Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Malang Gelar Pasar Murah Lebaran 2026 di Pasar Sumedang
TIMES Malang/Pembukaan Pasar Murah Lebaran 2026 yang digelaran Disperindag Kabupaten Malang di Pasar Sumedang, Jumat (13/3/2026). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Malang Gelar Pasar Murah Lebaran 2026 di Pasar Sumedang

Pemkab Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar Pasar Murah Lebaran 2026 di Pasar Sumedang Kepanjen, Jumat dan Sabtu (13-14/3/2026).

TIMES Malang,Jumat 13 Maret 2026, 16:44 WIB
0
A
Achmad Fikyansyah

MALANGPemkab Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar Pasar Murah Lebaran 2026 di Pasar Sumedang Kepanjen, Jumat dan Sabtu (13-14/3/2026). Pasar murah ini diadakan sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi daerah, sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan bahwa permintaan terhadap bahan kebutuhan pokok biasanya meningkat cukup signifikan selama Ramadan hingga mendekati Idulfitri. Kondisi tersebut kerap memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

“Kondisi ini seringkali berdampak terhadap kenaikan harga beberapa komoditas pangan,” ujar Sanusi.

Karena itu, pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat.

article

Menurut Sanusi, meskipun secara umum harga pangan di Jawa Timur menjelang Ramadan 2026 masih relatif terkendali, langkah antisipatif tetap perlu dilakukan agar lonjakan permintaan tidak memicu inflasi daerah.

“Berdasarkan pemantauan perkembangan harga pangan di Jawa Timur menjelang Ramadan tahun 2026, meskipun secara umum harga masih relatif terkendali, pemerintah tetap perlu melakukan berbagai langkah antisipatif agar lonjakan permintaan tidak berdampak pada meningkatnya inflasi daerah serta menurunnya daya beli masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pasar murah ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Penyelenggaraan pasar murah Lebaran tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pokok menjelang Hari Raya, dengan memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” tegasnya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa menjelaskan bahwa kegiatan pasar murah Ramadan tahun ini dilaksanakan selama lima hari di dua lokasi pasar.

“Pasar murah Ramadan ini merupakan langkah untuk memperkuat pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperlancar distribusi dan ketersediaan pasokan bahan pokok di masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebutkan kegiatan tersebut digelar selama tiga hari di Pasar Pakisaji, kemudian dilanjutkan dan mencapai puncaknya di Pasar Sumedang Kepanjen pada 13–14 Maret 2026.

Menurut Astri, keberhasilan pelaksanaan pasar murah ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah daerah, distributor, asosiasi, maupun lembaga lainnya.

Sejumlah perangkat daerah yang terlibat antara lain Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, hingga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Selain itu, sejumlah lembaga dan mitra juga turut mendukung kegiatan ini, di antaranya Bank Indonesia, Bank Jatim, serta Badan Amil Zakat Nasional.

article

Dalam kegiatan pasar murah ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Beberapa komoditas yang disediakan antara lain gula pasir sebanyak 2 ton, beras SPHP sebanyak 4 ton, minyak goreng, aneka buah dan sayuran, hingga berbagai produk olahan ikan.

Pasokan bahan pokok tersebut didukung oleh sejumlah distributor seperti PG Kebon Agung, PG Krebet Baru, Perum Bulog, serta jaringan ritel seperti Alfamart dan Indomart.bMelalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Pasar murah juga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam mengendalikan inflasi daerah, khususnya pada periode ketika permintaan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat tajam," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto