Kabupaten Malang Bakal Jadi Daerah Hilirisasi Kelapa, Siapkan Pola Tanam Peremajaan
TIMES Malang/Wabup Malang Lathifah Shohib dalam pertemuan dengan Dirjen Pengembangan Ekonomi dan investasi Desa Kemendes, Tabrani, di Jakarta. (Foto: Sespri)

Kabupaten Malang Bakal Jadi Daerah Hilirisasi Kelapa, Siapkan Pola Tanam Peremajaan

Komoditas hasil perkebunan kelapa di Kabupaten Malang ke depan bakal lebih digairahkan.

TIMES Malang,Selasa 3 Februari 2026, 19:18 WIB
6.7K
K
Khoirul Amin

MALANGWabup Malang Hj. Lathifah Shohib menyampaikan, komoditas hasil perkebunan kelapa di Kabupaten Malang ke depan bakal lebih digairahkan.

Ini setelah kunjungan kerja yang dilakukan ke Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) RI di Jakarta, hari ini.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Lathifah Shohib diterima Dirjen Pengembangan Ekonomi dan investasi Desa (PEID) Kemendes, Tabrani.

Dalam pertemuan tersebut, kata Wabup Malang, Dirjen PEID menyatakan siap menjembatani ke Kementerian Pertanian untuk program hilirisasi kelapa untuk wilayah Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah, tadi pak Dirjen PEID menyampaikan siap membantu Kabupaten Malang, agar bisa mengakses beberapa program. Salah satunya hilirisasi pangan kelapa di Kementerian Pertanian RI", kata Wabup Lathifah, kepada TIMES Indonesia, Selasa (3/2/2026).

Seperti yang diketahui Kemendes sendiri merupakan Kementerian yang muara programnya bermitra dengan beberapa kementerian teknis lainnya, seperti Kementerian Pertanian.

article
Kelapa hasil panen dari perkebunan siap jual oleh petani asal Desa Wonogoro Gendangan Kabupaten Malang. (Foto: IST/TIMES Indonesia)

Sementara, menurut Wabup, Kabupaten Malang mempunyai potensi komoditas kelapa yang luar biasa, namun selama ini masih stagnan prospeknya. 

"Nah, salah satu wujud program tersebut diantaranya replanting atau peremajaan pohon kelapa tua dan rusak," tambah Lathifah. 

Melalui hilirisasi ini, nantinya juga akan ada kemitraan, dimana program tersebut akan dilakukan pendampingan petani dan berakhir adanya off taker kelapa. Ini untuk memastikan kelapa petani dapat diserap dengan harga layak.

"Bahkan jika perlu dikembangkan pengolahan bahan baku kelapa sehingga komoditas ini bisa menjadi coconut milk, sehingga nilai jual semakin baik" demikian Wabup Malang.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Malang, komoditas perkebunan kelapa di Kabupaten Malang tercatat menghasilkan 16,4 ribu ton pada akhir 2024. Komoditas ini menempati urutan kedua hasil perkebunan rakyat, setelah gula tebu. Disusul, komoditas dari hasil perkebunan kopi. 

Dibanding tahun 2016 lalu, komoditas hasil perkebunan kelapa tercatat sejumlah 16,28 ribu ton. Sedangkan, luas lahan perkebunan kelapa di Kabupaten Malang seluas 11,170 hektar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Tim Redaksi