Kanesa Heroik dan PSSI Kabupaten Malang Bahas Peran Suporter dalam Membangun Sepak Bola Daerah
Kanesa Heroik berharap dapat terus memperkuat solidaritas antaranggota sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak dalam mendukung perkembangan sepak bola di Kabupaten Malang.
Malang – Komunitas suporter Kanesa Heroik menggelar kegiatan bertajuk “Tiba-Tiba Bukber 2026 - Ramadhan Street Style” di Swara Alam Cafe, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini sebagai ruang dialog untuk membahas peluang kolaborasi antara komunitas suporter dan federasi dalam mendukung pengembangan sepak bola daerah.
Sekitar 100 peserta yang merupakan anggota dan alumni Kanesa Heroik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini juga menghadirkan diskusi terbuka mengenai peran suporter dalam memperkuat ekosistem sepak bola di Kabupaten Malang.
Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Umum PSSI Kabupaten Malang, Ukasya Ali, yang didampingi Exco PSSI Kabupaten Malang, Zulham A. Mubarrok. Hadir pula Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia, Yatimul Ainun, Bisma Hanggono, yang juga dikenal sebagai pendiri Kanesa Heroik, serta Ketua Umum IKBA Kanesa, Azizah Zamzam.
Dalam sesi dialog, Ukasya Ali menegaskan bahwa komunitas suporter memiliki posisi penting dalam membangun iklim sepak bola yang sehat dan berkelanjutan di daerah.
“Sepak bola tidak hanya dibangun oleh pemain dan pengurus federasi. Suporter juga memiliki peran besar dalam menjaga semangat kompetisi, membangun atmosfer pertandingan, serta membentuk identitas sepak bola daerah,” ujar Ukasya Ali.
Ia menambahkan bahwa PSSI Kabupaten Malang membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas suporter, termasuk Kanesa Heroik, untuk menciptakan kegiatan-kegiatan positif yang dapat mendorong perkembangan sepak bola di tingkat lokal.
“Kami ingin sepak bola di Kabupaten Malang tumbuh bersama. Kolaborasi antara federasi, klub, dan komunitas suporter menjadi penting agar ekosistem sepak bola dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Menurut Ukasya, keterlibatan generasi muda dalam komunitas suporter juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang positif, tidak hanya sebagai penonton sepak bola tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial yang mendukung kemajuan olahraga di daerah.
“Sepak bola adalah ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan kreativitas. Karena itu, kami berharap komunitas seperti Kanesa Heroik dapat terus menjadi mitra strategis dalam membangun budaya sepak bola yang sportif dan edukatif,” ujarnya.
Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama yang mempertemukan anggota Kanesa Heroik dari berbagai angkatan dalam suasana kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, Kanesa Heroik berharap dapat terus memperkuat solidaritas antaranggota sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak dalam mendukung perkembangan sepak bola di Kabupaten Malang.
"Kami berharap dapat terjalin kolaborasi dalam membangun ekosistem sepak bola yang maju di Kabupaten Malang," tutup, Azizah Zamzam, Ketua Umum IKBA Kanesa.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



