Apatte 62 Universitas Brawijaya Pecahkan Rekor Asia-Pasifik di Shell Eco-Marathon Qatar 2026

Apatte 62 Universitas Brawijaya Pecahkan Rekor Asia-Pasifik di Shell Eco-Marathon Qatar 2026

Universitas Brawijaya, Shell Eco-Marathon 2026, Mobil Hemat Energi, Kendaraan Hidrogen, Mobil Listrik, Prestasi Mahasiswa, Inovasi Energi

TIMESINDONESIA/Miranda Lailatul Fitria (MG)
TIMES Malang,30 Januari 2026, 17:19 WIB
8.6K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

MALANGApatte 62 Brawijaya kembali membuktikan konsistensinya di kancah internasional. Tim riset kendaraan hemat energi Universitas Brawijaya ini sukses menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Shell Eco-Marathon 2026 yang digelar di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026.

Kompetisi internasional yang diinisiasi Shell tersebut diikuti oleh 71 tim mahasiswa dari kawasan Asia-Pasifik, mempertemukan berbagai inovasi kendaraan berteknologi berkelanjutan. Pada ajang ini, Apatte 62 mendelegasikan 20 mahasiswa dengan membawa mobil listrik dan mobil hidrogen.

Ibrahim Al-Ghifari dari Divisi Administration and External Relations Apatte 62 menjelaskan bahwa Shell Eco-Marathon merupakan agenda tahunan yang selalu diikuti timnya. Tahun ini, hasilnya terbilang istimewa.

Apatte 62 berhasil meraih Juara 1 Prototype Hydrogen, setelah mobil rancangan mahasiswa lintas jurusan Universitas Brawijaya mencatat konsumsi hidrogen hingga 538 km/m³. Capaian tersebut sekaligus memecahkan rekor efisiensi tertinggi Asia-Pasifik.

article

“Istilahnya ada tabung hidrogen itu cuma kita konsumsi sedikit supaya mobilnya jalan,” ujar Ibrahim, mahasiswa Teknik Industri tersebut.

Selain itu, Apatte 62 juga menyabet Juara 2 Safety Award. Penghargaan ini diraih berkat inovasi sistem keselamatan berbasis edge computing menggunakan Raspberry Pi 5 yang terintegrasi dengan sensor kamera. Sistem tersebut mampu mendeteksi penggunaan alat pelindung diri seperti kacamata, masker, rompi, dan sarung tangan.

“Nanti akan ada alarm sebagai tanda bahwa orang ini tidak menggunakan alat safety,” imbuhnya.

Prestasi Apatte 62 semakin lengkap dengan raihan Juara 4 Urban Electric untuk kategori mobil listrik. Tak berhenti di situ, tim ini juga berhasil lolos kualifikasi World Championship Shell Eco-Marathon 2027, yang akan mempertemukan perwakilan terbaik dari Eropa, Asia-Pasifik, Amerika, dan Afrika.

Ibrahim menuturkan, Apatte 62 juga rutin mengikuti kompetisi nasional Mobil Hemat Energi yang diselenggarakan Kemendikbud Ristek. Strategi pemilihan teknologi menjadi kunci keberhasilan tim dalam setiap ajang.

“Kalau di nasional, kami sering pakai mobil berbasis ICE. Tapi untuk internasional, kami fokus ke mobil listrik dan hidrogen karena lebih eksklusif,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan hidrogen masih tergolong langka di Indonesia, sehingga riset dan pengembangannya menjadi tantangan tersendiri sekaligus nilai lebih di level internasional.

Selama lima hari di Qatar, tim Apatte 62 memaksimalkan setiap tahapan lomba. Hari pertama digunakan untuk pengecekan kendaraan dan kualifikasi, hari kedua latihan di sirkuit, sementara hari ketiga hingga kelima menjadi puncak pelaksanaan kompetisi.

article

Ibrahim menegaskan bahwa prestasi ini harus terus dipertahankan. Meski tidak memulai dari nol, pengembangan kendaraan setiap tahun menuntut riset mendalam dan inovasi berkelanjutan.

“Kami selalu membuat inovasi. Misalnya mobil awalnya 200 km per liter, bagaimana caranya jadi 400 km per liter. Itu prosesnya panjang,” ujarnya.

Ia berharap Apatte 62 Brawijaya dapat terus menjaga konsistensi prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Baginya, mempertahankan capaian jauh lebih sulit daripada sekadar memulai. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Tim Redaksi