UIN Maliki Malang - Kemenhaj Teken MoU, Perkuat Kedokteran Haji
TIMES Malang/Penandatanganan kerja sana Kementerian Haji dan Umrah RI dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Kampus 3 pada Selasa (3/2/2026). Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia

UIN Maliki Malang - Kemenhaj Teken MoU, Perkuat Kedokteran Haji

UIN Maliki Malang menandatangani MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk memperkuat Kedokteran Haji, menyiapkan mahasiswa FKIK sebagai pendamping jamaah demi menekan angka kesakitan dan kematian haji.

TIMES Malang,Selasa 3 Februari 2026, 18:27 WIB
6.3K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

MALANGUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Maliki Malang resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Selasa (3/2/2026). Penandatanganan berlangsung di Kampus III UIN Malang dan difokuskan pada penguatan blok Kedokteran Haji di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Kerja sama ini dirancang berlandaskan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya menjadi kerangka utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan haji yang kompeten, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi jamaah.

Pada aspek pendidikan, seluruh mahasiswa FKIK—mulai dari tahap preklinik, sarjana, hingga profesi dokter—akan mendapatkan pembekalan khusus terkait pelayanan kesehatan jamaah haji. Program ini mencakup mahasiswa Program Studi Kedokteran maupun Farmasi.

article

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa kedokteran Indonesia di Tanah Suci akan menjadi solusi konkret atas kendala komunikasi dan pelayanan kesehatan jamaah.

“Ketika jamaah tidak mau tes kesehatan karena kendala bahasa Arab, akan ada dokter dari Indonesia yang membantu. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran kami,” ujar Prof. Ilfi.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Mahasiswa memperoleh ruang belajar praktik lapangan, sementara jamaah haji mendapatkan pendampingan medis yang lebih optimal.

Selain pendidikan, kerja sama ini juga menitikberatkan pada aspek riset. Penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa FKIK UIN Maliki Malang diarahkan untuk mengidentifikasi kendala kesehatan jamaah haji serta merumuskan solusi berbasis data.

Hasil riset tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah sebagai bahan rekomendasi dalam pengambilan kebijakan, khususnya terkait peningkatan layanan kesehatan haji Indonesia.

Model kolaborasi berbasis riset ini sejalan dengan praktik yang kerap diberitakan sejumlah media nasional, yang menyoroti pentingnya pendekatan evidence-based policy dalam pengelolaan kesehatan jamaah haji agar angka risiko dapat ditekan secara signifikan.

Pada pilar pengabdian masyarakat, mahasiswa FKIK akan dilibatkan langsung sebagai pendamping jamaah haji. Pendampingan dimulai sejak tahap persiapan di dalam negeri, seperti tes kesehatan dan embarkasi, hingga pelayanan di Tanah Suci.

Program ini terintegrasi dalam Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran UIN Maliki Malang, sehingga menjadi bagian resmi dari kurikulum akademik.

article

Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Yuyun Yueniwati, berharap pendampingan tidak berhenti pada fase persiapan.

“Kami berharap pendampingan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebelum keberangkatan, tetapi juga hingga jamaah berada di Tanah Suci,” ujarnya.

Menteri Haji dan Umrah, Dr. Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki target strategis, yakni menurunkan angka kesakitan dan kematian jamaah haji Indonesia.

“Angka yang ditolerir Saudi adalah 30 kematian per 100 ribu jamaah. Jika kita punya 200 ribu jamaah, maka toleransinya 60. Sementara saat ini angkanya masih mendekati 500 orang,” ungkap Gus Irfan.

Ia menambahkan, implementasi MoU akan dimulai tahun ini, meliputi pembinaan, pendampingan, pemeriksaan kesehatan calon jamaah, serta sertifikasi pendamping haji bagi petugas yang terlibat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Tim Redaksi