TIMES Indonesia Ajak Jemaah Menulis NU ke-100 Tahun di Kopi TIMES Lewat Program Membership
TIMES Malang/Posko ajakan TIMES Indonesia menulis NU ke-100 tahun di jalan Oro-Oro Dowo Kota Malang, Sabtu (7/2/2026). (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia).

TIMES Indonesia Ajak Jemaah Menulis NU ke-100 Tahun di Kopi TIMES Lewat Program Membership

Dengan hadirnya posko ajakan menulis di tengah kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Kopi TIMES ingin menunjukkan bahwa perayaan satu abad NU bukan hanya berlangsung dalam ruang ritual dan seremoni.

TIMES Malang,Sabtu 7 Februari 2026, 17:01 WIB
77.8K
I
Imadudin Muhammad

MALANGSuasana Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang tak hanya dipenuhi lantunan doa dan semangat kebersamaan warga Nahdliyin. Di sisi lain, ada gerakan literasi yang ikut menyemarakkan momentum bersejarah tersebut.

Melalui Kopi TIMES, TIMES Indonesia membuka ruang partisipasi jemaah yang hadir untuk menulis kisah, refleksi, hingga pengalaman personal tentang NU di usia ke-100 tahun. 

Ajakan ini dikemas melalui program Membership Penulis TIMES Indonesia, yang memungkinkan warga NU menjadi penulis dan menyalurkan gagasannya lewat platform media nasional.

TIMES Indonesia menghadirkan posko ajakan menulis NU ke-100 tahun yang berlokasi di Jalan Oro-Oro Dowo, Kota Malang, tepat di kawasan kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad NU. 

Posko tersebut tampak aktif melayani pengunjung, berbagi air minum, sekaligus menjadi pusat informasi bagi warga yang ingin bergabung dalam program Membership Penulis.

Di posko itu, terlihat tenda promosi dengan branding TIMES Indonesia yang menampilkan informasi program membership, lengkap dengan materi visual dan layanan pendaftaran. 

Kehadiran posko tersebut menarik perhatian warga, khususnya peserta mujahadah yang melintas dan ingin mengetahui lebih jauh cara menulis serta mempublikasikan tulisan di TIMES Indonesia.

Hainor Rahman, Editor Kopi TIMES, mengatakan bahwa program Membership Penulis TIMES Indonesia menjadi ruang inklusif bagi masyarakat, khususnya warga NU, untuk mendokumentasikan nilai perjuangan dan kontribusi NU selama satu abad dalam bentuk tulisan yang inspiratif.

“Melalui Kopi TIMES dan Membership Penulis TIMES Indonesia, kami ingin menghadirkan ruang yang inklusif bagi siapa pun yang ingin menulis dan menyuarakan gagasan terbaiknya tentang 1 Abad NU,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kisah NU di usia ke-100 tahun tidak hanya dapat ditulis dalam bentuk catatan sejarah, tetapi juga bisa hadir melalui sudut pandang sosial, budaya, pendidikan, hingga pengalaman spiritual masyarakat yang tumbuh bersama NU.

Menurutnya, momentum satu abad NU merupakan peristiwa besar yang patut direkam oleh publik melalui narasi yang kuat dan otentik. Sebab, banyak kisah di akar rumput yang selama ini tidak terdokumentasikan secara luas.

“Satu Abad NU bukan hanya milik tokoh besar, tapi juga milik warga. Banyak cerita tentang pesantren, tradisi, pengabdian, hingga perjuangan masyarakat kecil yang tumbuh bersama NU. Semua itu layak ditulis dan dipublikasikan,” katanya.

Lebih lanjut, Hainor menjelaskan bahwa program Membership Penulis TIMES Indonesia dirancang untuk mendukung penulis pemula maupun kontributor aktif agar karya-karyanya dapat dipublikasikan secara profesional. Mulai dari proses kurasi, penguatan kualitas tulisan, hingga perluasan jangkauan pembaca.

“Kami percaya setiap orang punya cerita dan suara yang penting. Membership ini menjadi pintu masuk agar suara-suara itu tersampaikan dengan baik, bertanggung jawab, dan bisa dibaca publik lebih luas,” tambahnya.

Tak hanya menghadirkan ruang publikasi, Kopi TIMES juga diposisikan sebagai ruang temu kreatif yang mempertemukan penulis, pembaca, dan masyarakat umum. Selain menikmati kopi, pengunjung dapat berdiskusi, bertukar ide, sekaligus membangun jejaring literasi yang selaras dengan semangat NU dalam membangun peradaban.

Dengan hadirnya posko ajakan menulis di tengah kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Kopi TIMES ingin menunjukkan bahwa perayaan satu abad NU bukan hanya berlangsung dalam ruang ritual dan seremoni, tetapi juga dalam gerakan intelektual dan budaya menulis.

Melalui program ini, TIMES Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya tulisan-tulisan berkualitas yang merekam jejak sejarah, nilai keagamaan, serta kontribusi NU bagi bangsa Indonesia, sekaligus menjadi warisan literasi yang terus hidup lintas generasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Tim Redaksi