Kota Malang Darurat Menu MBG: Usai Temuan Belatung, Kini Pisang Busuk
TIMES Malang/Temuan menu MBG di salah satu SD Kota Malang yang tak layak. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)

Kota Malang Darurat Menu MBG: Usai Temuan Belatung, Kini Pisang Busuk

Kota Malang tengah diterpa oleh keluhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tak layak.

TIMES Malang,Jumat 6 Maret 2026, 13:17 WIB
230
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGKota Malang tengah diterpa oleh keluhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tak layak. Setelah temuan belatung di puding stroberi yang sampai saat ini tak ada kejelasan soal tindakan tegas bagi SPPG, ada lagi keluhan pisang busuk di menu MBG yang diterima salah satu wali murid dari sekolah dasar (SD) wilayah Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (6/3/2026).

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pisang yang ia temukan busuk tersebut saat dibawa pulang setelah mendapatkan MBG dari pihak sekolah. 

Setidaknya ada beberapa menu yang diberikan pada Jumat (6/3/2026) hari ini. Diantaranya, Burger, Susu, Pisang dan Kurma. Selain pisang yang busuk, kurma yang diterima juga dinilai tak layak.

“Burger saya kasihkan ponakan, susu saya taruh kulkas. Untuk pisang dan kurma sudah saya buang. Soalnya pisangnya busuk dan kurmanya kering dan gak layak,” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Jumat (6/3/2026).

Ia menyebut, tak semua wali murid berani mengadukan keluhan tersebut. Sebab, ada berbagai tekanan termasuk membawa jelek nama sekolah.

“Ya kalau mengeluh biasanya dibilang gak bersyukur, tapi ya gimana. Takut nama sekolah jelek juga,” ungkapnya.

Meski begitu, untuk menu Burger ia menilai masih layak. Namun, keluhan ini ternyata bukan pertama kalinya. Sudah sering banyaknya keluhan ketidaklayakan menu MBG, khususnya saat Ramadan.

“Kemarin-kemarin ada buntelan tepung itu ya alot (keras). Jambunya pernah mentah, terus pernah juga jeruknya kemarin itu busuk juga, gak tahu gimana mereka (sppg) menyiapkannya. Terus ada juga singkong atos (keras). Masak anak SD dikasih itu, gak habis pikir,” jelasnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, ia sebagai wali murid menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Jika memang MBG harus berjalan, setidaknya beri yang terbaik bagi para pelajar dan jangan asal-asalan.

“Masak belinya bukan gread A, paling cari harga murah itu. Kalau mikir saya, ada MBG ini untuk kesejahteraan murid atau kesejahteraan yang ngelola?,” tandasnya.

Sebagai informasi, keluhan ini bukan kali pertama terjadi di Kota Malang. Sebelumnya saat awal puasa, banyak wali murid bahkan sekolah menilai menu MBG kering saat Ramadan ini kurang layak.

Apalagi, di salah satu SD beberapa waktu lalu juga ditemukan adanya belatung yang masih hidup di menu puding stroberi. Ini bukan hanya satu wali murid yang menemukan, namun dari kesaksian ada banyak wali murid menemukan dan pihak sekolah maupun SPPG meminta agar menu tersebut dibuang karena dipastikan tak layak.

Terpisah, Ketua Satgas MBG sekaligus Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso saat dikonfirmasi belum bisa memberikan jawaban. Ia masih akan mengecek terkait temuan tersebut.

“Mohon waktu saya cek dulu,” ucap Erik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio