Inovasi ASN Dispora Kabupaten Malang, Mesin Roll Rumput Stadion Kanjuruhan Lebih Efisien dan Hemat
TIMES Malang/M Samsul Arifin, pegawai ASN Dispora Kabupaten Malang, menunjukkan alat mesin roll perawatan rumput lapangan Stadion Kanjuruhan Malang buatannya, Rabu (25/2/2025). (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

Inovasi ASN Dispora Kabupaten Malang, Mesin Roll Rumput Stadion Kanjuruhan Lebih Efisien dan Hemat

Staf Dispora Kabupaten Malang menciptakan mesin roll rumput inovatif untuk perawatan Stadion Kanjuruhan. Alat ini memangkas waktu pengerjaan dari dua hari menjadi tiga jam dengan biaya pembuatan relatif murah.

TIMES Malang,Rabu 25 Februari 2026, 17:35 WIB
1.5K
K
Khoirul Amin

MALANGPerawatan lapangan stadion dengan kombinasi pola membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Namun, inovasi alat mesin buatan Mohamad Samsu Arifin (35), staf Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, membuat perawatan rumput Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang menjadi lebih efisien.

“Perawatan rumput stadion tidak sembarangan. Awalnya hampir setiap hari kami lakukan menggunakan satu alat mesin roll yang ada,” kata Samsul Arifin saat ditemui di Stadion Kanjuruhan, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, perawatan rumput lapangan Stadion Kanjuruhan sebelumnya menggunakan mesin roll pabrikan yang dioperasikan secara manual. Petugas harus mendorong alat tersebut sambil berjalan mengikuti arah mesin.

article

Belum lama ini, Dispora Kabupaten Malang memiliki tiga unit mesin roll rumput yang digunakan oleh lima pegawai bagian perawatan. Meski demikian, sistem manual dinilai tetap memakan waktu dan tenaga.

Berangkat dari kondisi tersebut, Samsul berinisiatif memodifikasi mesin roll agar lebih efisien. Ia merancang alat yang memungkinkan operator menaiki mesin saat proses perawatan, sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan.

“Mesin roll yang saya buat bisa dinaiki, baik saat maju maupun mundur. Saya ingin pekerjaan lebih efisien dan tidak terlalu capek,” ujar ASN PPPK asal Ngasem, Ngajum tersebut.

Ia mengungkapkan, inovasi itu mulai dibuat pada awal 2025 dan telah melalui beberapa kali uji coba. Samsul menambahkan roll besi silinder di bagian belakang mesin, lengkap dengan rangka sasis tambahan dan kursi operator seperti pengemudi.

Silinder besi tersebut berdiameter 5 dim dengan panjang 50 sentimeter dan berat sekitar 75 kilogram. Kursi yang digunakan bahkan memanfaatkan kursi kantor bekas. Total biaya tambahan untuk satu unit mesin sekitar Rp3 juta.

“Sebelum digunakan rutin, sudah lima kali percobaan. Kendalanya sempat di ketinggian kursi dan tarikan yang kurang pas,” jelasnya.

Dengan alat modifikasi tersebut, teknik perawatan rumput juga lebih fleksibel. Saat mesin dijalankan maju, hasil roll membuat rumput tampak lebih terang atau tipis. Sementara saat mundur, pola rumput terlihat lebih tebal.

“Idenya saya dapat dari tutorial YouTube orang asing. Dengan tiga mesin, sekarang perawatan rumput cukup tiga jam selesai. Kalau manual sebelumnya bisa dua hari untuk seluruh lapangan,” ungkap Samsul.

Lapangan Stadion Kanjuruhan yang berukuran 105 x 68 meter memiliki luas setara lintasan sekitar 7,48 kilometer jika dihitung dari jalur perawatan bolak-balik. Dengan keterbatasan personel dan anggaran perawatan di Dispora Kabupaten Malang, inovasi ini dinilai sangat membantu.

article

Samsul mengaku kemampuan permesinannya didapat sejak menempuh pendidikan di SMK jurusan Teknik Mesin. Ia juga pernah bekerja selama tiga tahun di bengkel spesialis kendaraan diesel. Sejak 2005, ia bertugas di lingkungan Stadion Kanjuruhan dan baru diangkat menjadi ASN PPPK pada 2024 melalui jalur honorer Kategori 2.

Melalui inovasi sederhana namun berdampak besar ini, perawatan rumput Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang kini dapat dilakukan lebih cepat, hemat tenaga, dan efisien biaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Imadudin Muhammad