Pesta Lampion Grebeg Pancasila 2026 Terangi Kota Blitar dan Semangat Kebangsaan
Pesta Lampion Grebeg Pancasila 2026

Pesta Lampion Grebeg Pancasila 2026 Terangi Kota Blitar dan Semangat Kebangsaan

Pesta Lampion Grebeg Pancasila 2026 di Kota Blitar berlangsung meriah. Tradisi budaya ini menjadi simbol penguatan nilai Pancasila dan daya tarik wisata.

TIMES Malang,Senin 1 Juni 2026, 08:05 WIB
417
Z
Zaenal Arifin

BLITARGemerlap ribuan lampion yang menerangi langit malam Kota Blitar bukan sekadar suguhan visual yang memukau. Di balik cahaya yang berpendar, tersimpan pesan tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pendekatan budaya yang dekat dengan masyarakat.

Pesta Lampion kembali menjadi pembuka rangkaian Grebeg Pancasila 2026, sebuah tradisi tahunan yang telah menjelma menjadi identitas khas Kota Blitar sebagai Kota Proklamator. Minggu malam, ribuan warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan peserta membawa lampion dengan berbagai bentuk dan warna, menciptakan suasana meriah sekaligus sarat makna kebangsaan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila melalui ruang publik yang inklusif dan partisipatif.

Pesta Lampion Jadi Simbol Cahaya Nilai Pancasila

Wali Kota Blitar, Mas Ibin, menegaskan bahwa Pesta Lampion memiliki filosofi yang lebih dalam dibanding sekadar hiburan masyarakat.

Menurutnya, cahaya lampion menjadi simbol semangat Pancasila yang terus menerangi perjalanan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman.

“Pesta lampion ini menjadi simbol cahaya Pancasila yang terus menerangi perjalanan bangsa. Melalui kegiatan budaya seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air,” ujarnya.

Pesan tersebut dinilai relevan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Tradisi budaya seperti Grebeg Pancasila menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkuat karakter kebangsaan tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Grebeg Pancasila Perkuat Identitas Kota Blitar

Bagi Kota Blitar, Grebeg Pancasila bukan hanya peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni. Tradisi ini telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara sejarah, budaya, dan pendidikan kebangsaan.

Mas Ibin menilai keberadaan Grebeg Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga memori kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa.

Karena itu, Pemerintah Kota Blitar berkomitmen mempertahankan dan mengembangkan tradisi tersebut agar tetap relevan dengan perkembangan generasi muda sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya.

“Kami berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan meramaikan seluruh rangkaian Grebeg Pancasila. Ini bukan hanya milik Pemerintah Kota Blitar, tetapi milik seluruh masyarakat yang ingin menjaga nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup,” katanya.

Wisata Budaya yang Mendorong Ekonomi Lokal

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, menjelaskan bahwa Pesta Lampion tetap menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Grebeg Pancasila 2026.

Pawai lampion menempuh rute dari kawasan Istana Gebang menuju Kantor Pemerintah Kota Blitar sejauh sekitar dua kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan kreativitas sekaligus semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari nilai Pancasila.

Selain Pesta Lampion, Grebeg Pancasila tahun ini juga menghadirkan berbagai ritual budaya dan kegiatan tradisional yang selama ini menjadi ciri khas peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat karakter kebangsaan masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal berbasis budaya.

Menjaga Pancasila Tetap Hidup di Tengah Masyarakat

Grebeg Pancasila menjadi pengingat bahwa nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air tidak cukup hanya dikenang dalam sejarah. Nilai-nilai tersebut perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai ruang sosial dan budaya.

Melalui gemerlap lampion yang menerangi malam Kota Blitar, masyarakat diajak untuk memaknai kembali Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Sebuah pesan sederhana namun kuat, bahwa cahaya persatuan akan tetap menyala ketika nilai-nilai luhur bangsa terus dijaga bersama.

Grebed Pancasila 2026 di Kota Blitar berlangsung meriah. Tradisi budaya ini menjadi simbol penguatan nilai Pancasila dan daya tarik wisata.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Zaenal Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad