Api saat melahap habis sejumlah warung di kawasan Sawojajar Malang. (Foto: Ist)

Kebakaran Hanguskan Deretan Warung di Sawojajar Malang, Polisi Duga Akibat Tabung Gas

Kebakaran melanda deretan warung makan, bengkel tambal ban, dan toko pakaian di Jalan Danau Ranau, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

TIMES Malang,Sabtu 25 Juli 2026, 14:18 WIB
142
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGKebakaran hebat melanda deretan warung makan, bengkel tambal ban, dan toko pakaian di Jalan Danau Ranau, RT 08 RW 08, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (24/7/2026) kemarin malam. Polisi menduga api berasal dari dapur sebuah warung lalapan dan berkaitan dengan tabung gas elpiji.

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, petugas mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 21.20 WIB hingga proses penanganan selesai sekitar pukul 22.46 WIB.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, titik awal api diduga berasal dari bagian dapur Warung Lalapan milik MZ. Saat tim Identifikasi memasuki lokasi, petugas menemukan dua tabung gas elpiji 3 kilogram di dekat kompor dengan kondisi regulator terbakar dan masih menempel pada tabung.

“Menurut keterangan saksi, api berasal dari dapur belakang warung lalapan. Di lokasi juga ditemukan dua tabung gas elpiji 3 kilogram dengan regulator dalam kondisi terbakar,” ujar Lukman, Sabtu (25/7/2026).

Peristiwa bermula ketika salah satu saksi melihat kobaran api muncul dari bagian belakang Warung Lalapan yang saat itu sudah tutup. Saksi berusaha masuk untuk memadamkan api, namun pintu warung dalam keadaan terkunci. Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.

Saksi kemudian mencoba menghubungi pemilik warung, namun tidak berhasil. Selanjutnya ia menghubungi pemilik lain, untuk memberitahukan adanya kebakaran. Laporan tersebut diteruskan ke petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait.

Akibat kejadian itu, sedikitnya lima pelaku usaha mengalami kerugian material yang cukup besar. Warung Lalapan ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. Warung Pempek mengalami kerugian sekitar Rp100 juta, sementara Warung Singkong Keju diperkirakan merugi Rp35 juta.

Selain itu, usaha tambal ban mengalami kerugian sekitar Rp12 juta. Sementara kerugian yang dialami Warung Bakso Abadi masih dalam proses pendataan karena belum dapat ditaksir.

“Kami mengamankan dua tabung gas elpiji 3 kilogram sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan usaha dan kerugian ratusan juta rupiah, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa, sampai saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio