Pemda dan Kepolisian Perketat Akses Masuk Kota Malang saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU
TIMES Malang/Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat ditemui awak media. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)

Pemda dan Kepolisian Perketat Akses Masuk Kota Malang saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Pemda Malang Raya bersama kepolisian dan PCNU memperketat akses masuk Kota Malang selama Mujahadah Kubro 1 Abad NU pada 7–8 Februari 2026 untuk mencegah rombongan liar dan menjaga ketertiban jemaah.

TIMES Malang,Jumat 6 Februari 2026, 15:46 WIB
53.3K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGPemerintah Daerah (Pemda) Malang Raya bersama kepolisian dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) memperketat pengawasan akses masuk Kota Malang selama pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU pada 7–8 Februari 2026.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kedatangan rombongan liar (romli) yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kelancaran kegiatan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan kepolisian guna memastikan seluruh rombongan jemaah yang datang telah terdata secara resmi oleh panitia.

“Kami berkoordinasi dengan kepolisian. Kalau rombongan yang sudah terdaftar, tentu sudah jelas jadwal kedatangan dan kepulangannya. Sedangkan rombongan liar terkadang datang tiba-tiba menggunakan kendaraan masing-masing,” ujar Wahyu, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, aparat kepolisian akan melakukan pemeriksaan di sejumlah pintu masuk Kota Malang untuk memastikan tujuan rombongan yang datang. Rombongan yang hendak mengikuti Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana dan sekitarnya akan diarahkan sesuai skema pengaturan yang telah disiapkan, mulai dari waktu kedatangan, lokasi parkir, hingga titik penurunan jemaah.

“Itu yang nanti akan benar-benar dicek oleh kepolisian, sehingga tujuan rombongan jelas,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, keberadaan rombongan liar yang tidak terdata berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kekacauan di lokasi maktab jemaah, gangguan arus lalu lintas, hingga penumpukan kendaraan di titik-titik tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, petugas gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti rest area dan pintu-pintu masuk utama Kota Malang.

Wahyu juga memastikan, sekitar 100 ribu jemaah yang diperkirakan hadir telah terdata melalui PCNU masing-masing daerah. Pendataan ini dinilai penting untuk memudahkan pengendalian di lapangan, terutama dalam situasi darurat.

“Jika ada jemaah yang sakit atau membutuhkan penanganan, bisa segera terkontrol karena rombongan terdaftar memiliki penanggung jawab. Berbeda dengan rombongan liar yang berada di luar kendali,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang Isroqunnajah menjelaskan bahwa panitia telah menyusun manajemen arus jemaah dengan membagi 45 PCNU kabupaten/kota se-Jawa Timur ke dalam sembilan zona.

Skema ini diterapkan untuk mencegah penumpukan jemaah pada satu jalur masuk.
Ia merinci, jemaah dari arah barat yang masuk melalui Kota Batu akan diarahkan melalui kawasan Pujon dan Jalan Sultan Agung dengan dukungan petugas dari Pemerintah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Jemaah dari arah utara melalui Lawang juga telah disiapkan pengaturan serupa.

Untuk jemaah yang datang melalui jalan tol, PCNU mengimbau rombongan agar menunggu di rest area hingga mendapatkan arahan dari petugas. Pengaturan serupa juga diterapkan bagi jemaah dari arah selatan, seperti Kepanjen, Bululawang, Dampit, hingga Lumajang.

“Di beberapa titik nanti jemaah akan diarahkan oleh Dinas Perhubungan. Termasuk kami sudah menyiapkan drop zone di sejumlah lokasi,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi