Proyek PLTS Terapung Karangkates Malang Dimulai, PJT I: Fungsi Waduk Tetap Aman
Soft launching dan water breaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates pada Jumat (13/2/2026). (Foto: PJT 1)

Proyek PLTS Terapung Karangkates Malang Dimulai, PJT I: Fungsi Waduk Tetap Aman

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates resmi memasuki tahap konstruksi fisik. Proyek berkapasitas 100 Megawatt (MW) yang berlokasi di kawasan Bendungan Sutami, Kabupaten Malang itu ditandai dengan prosesi soft launching da

TIMES Malang,Sabtu 14 Februari 2026, 09:43 WIB
5.4K
A
Achmad Fikyansyah

MALANGProyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates resmi memasuki tahap konstruksi fisik. Proyek berkapasitas 100 Megawatt (MW) yang berlokasi di kawasan Bendungan Sutami, Kabupaten Malang itu ditandai dengan prosesi soft launching dan water breaking, Jumat (13/2/2026).

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I (PJT I), Fahmi Hidayat, hadir langsung dalam seremoni tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan PLTS terapung ini menjadi bentuk kolaborasi multipihak dalam pengelolaan air dan energi bersih.

“PLTS Terapung Karangkates ini bentuk sinergitas pengelolaan air dan energi bersih multipihak,” tegas Fahmi.

Proyek yang dikembangkan oleh PLN Group tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Selain mendukung target Net Zero Emission, proyek ini juga masuk dalam kerangka implementasi Green RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik).
Menurut Fahmi, dimulainya konstruksi bukan sekadar tahapan teknis, melainkan simbol transformasi pengelolaan waduk secara multipurpose.

“Waduk Karangkates kini berperan ganda. Tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional,” ujarnya.

PLTS Terapung Karangkates merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan PJT I melalui PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia.

“Proyek ini menjadi momentum penting transformasi pemanfaatan waduk secara multipurpose. Ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Gudang Karangkates Indonesia,” ungkapnya.

Fahmi memastikan seluruh tahapan pembangunan tetap mengedepankan aspek keselamatan bendungan serta tidak mengganggu fungsi utama waduk sebagai pengelola sumber daya air.

“Kami memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan dan tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air,” tegasnya.

Pemanfaatan permukaan waduk untuk panel surya dinilai memberikan nilai tambah, baik dari sisi energi maupun lingkungan. Selain mendukung ketahanan energi nasional, PLTS terapung berpotensi meningkatkan efisiensi ruang serta menekan laju evaporasi air.

Seremoni soft launching ditandai dengan penandatanganan solar panel serta prosesi potong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas dimulainya proyek.

Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, PJT I menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi strategis dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan pembangunan.

“Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, kami PJT I terus berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi strategis. Mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” pungkas Fahmi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Imadudin Muhammad