Bos NK Cafe Pembina SPPG Donomulyo Minta Maaf, Akui Menu MBG Mentah Lolos Sortir
TIMES Malang/Bos NK Cafe, yang juga pembina yayasan pengelola SPPG Kedungsalam Donomulyo Kabupaten Malang, R. Djoni Sujatmiko. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

Bos NK Cafe Pembina SPPG Donomulyo Minta Maaf, Akui Menu MBG Mentah Lolos Sortir

Bos NK Cafe, R. Djoni Sujatmiko, yang disebut sebagai pembina SPPG Kedungsalam Donomulyo, angkat bicara menyusul menu MBG kering yang dibagikan, namun dikeluhkan warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

TIMES Malang,Rabu 25 Februari 2026, 14:58 WIB
3.3K
K
Khoirul Amin

MALANGBos NK Cafe, R. Djoni Sujatmiko, yang disebut sebagai pembina SPPG Kedungsalam Donomulyo, ikut angkat bicara menyusul menu MBG kering yang dibagikan, namun dikeluhkan warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Senin (23/2/2026). 

Salah satu wali murid, Dewi Nawang Sari, sebelumnya mengaku kecewa setelah mendapati isi paket MBG yang dibawa pulang anaknya dari sekolah. Menu MBG dari SPPG Kedungsalam Donomulyo hari itu, dinilainya tidak sesuai standar, karena berisi pisang mentah. Isi makanan lainnya, juga disebut belum layak dikonsumsi.

"Kami sudah melakukan investigasi, terkait pisang belum matang dan ikut terkirim dalam menu MBG kemarin. Dari hasil investigasi yayasan, dari sekian ribu pisang dikirim pemasok UMKM, terdapat sekitar 6 pisang masih mentah. Tetapi, ini lolos dari sortir petugas relawan SPPG," terang Djoni, kepada TIMES Indonesia, Rabu (25/2/2026).

Dikatakan, dari 6 buah pisang yang belum matang itu, 3 di antaranya berhasil terpantau relawan pemorsian. Namun, tiga lagi lolos ikut terkirim ke sekolah penerima.

Pisang mentah yang lolos dari pantauan relawan ini, diakuinya sebagai kesalahan di pihak SPPG Kedungsalam, termasuk juga pihak pemasok pisang.

Menurut Joni, sebenarnya pihak pemasok telah memberikan sekitar seratus lebih pisang sebagai cadangan, manakala ada yang busuk atau masih kurang matang untuk disortir.

"Jadi, memang kurang telitinya bagian pemorsian makanan SPPG dan pamasok dalam kejadian kemarin juga kami akui. Kami mohon maaf. Ke depan, semoga tidak terjadi lagi. Kami akan terus membina para relawan supaya lebih terampil lagi," ungkapnya.

Sebagai catatan, kata Joni, SPPG Donomulyo baru beroperasi sejak tiga pekan lalu, Sehingga, relawan dapur SPPG akan terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan.

Djoni mengatakan, untuk tenaga cheff atau juru masak di SPPG Donomulyo, sudah ditangani cheff yang bersertifikat, dengan jam terbang cukup lama, lebih dari 5 tahun bekerja di resto and catering.

"Proses masak di SPPG juga terus dipantau cheff profesional yang disediakan yayasan," ujar Djoni Sujatmiko. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Ferry Agusta Satrio