Gedung Kesenian Mbatu Aji Kota Batu Ditutup Usai Uji Forensik Nyatakan Tak Layak Pakai
TIMES Malang/Gedung Kesenian Mbatu Aji saat ditutup (Foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

Gedung Kesenian Mbatu Aji Kota Batu Ditutup Usai Uji Forensik Nyatakan Tak Layak Pakai

Gedung Kesenian Mbatu Aji Kota Batu resmi ditutup setelah uji forensik menyatakan bangunan tidak layak pakai dan berbahaya. Aktivitas seni sementara dialihkan ke sejumlah lokasi alternatif.

TIMES Malang,Senin 9 Februari 2026, 18:35 WIB
2K
G
Galih Rakasiwi

MALANGGedung Kesenian Mbatu Aji di Jalan Oro-Oro Ombo resmi ditutup oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu setelah hasil uji forensik menyatakan bangunan tersebut tidak layak pakai dan berpotensi membahayakan keselamatan penggunanya.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menegaskan bahwa keputusan penutupan diambil berdasarkan hasil uji forensik yang dilakukan Universitas Brawijaya bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kondisi struktur bangunan dinyatakan mengalami kerusakan berat.

“Seharusnya gedung itu sudah tidak bisa digunakan sejak lama. Kerusakan berdasarkan hasil uji forensik sudah sangat parah dan berbahaya,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Batu mengalihkan sementara aktivitas kesenian ke sejumlah lokasi alternatif. Para pegiat seni diarahkan untuk menggunakan Sendra Tari Arjuno Wiwaha sebagai tempat kegiatan seni pertunjukan.

“Jadi para pegiat seni diarahkan menggunakan Sendra Tari Arjuno Wiwaha untuk kegiatan seni pertunjukan,” katanya.

Sementara itu, Sekretariat Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) dipindahkan ke Batu Tourism Mall (BTM) di Jalan Kartini.

“Untuk sementara pelaku seni bisa menggunakan Sendra Tari Arjuno Wiwaha. Sedangkan sekretariat DKKB kita pindahkan ke BTM,” jelas Onny.

Di sisi lain, Ketua DKKB, Sunarto, mengaku menyayangkan penutupan gedung yang selama ini menjadi simbol aktivitas kesenian di Kota Batu. Meski memahami pertimbangan keselamatan, ia menilai penutupan seharusnya dibarengi dengan kesiapan fasilitas pengganti yang memadai.

“Kami tentu menyayangkan. Gedung ini sangat berarti bagi seniman. Menurut saya, sebelum ditutup seharusnya ada langkah konkret penyiapan alternatif,” ungkapnya.

Menurut Sunarto, berdasarkan koordinasi dengan Disparta, DKKB nantinya dapat memanfaatkan lantai satu BTM sebagai sekretariat sementara. Untuk kegiatan latihan, pelaku seni diarahkan menggunakan studio di BTM, Gedung Museum, serta Pendopo Sendra Tari Arjuno Wiwaha.

Lebih lanjut, pihaknya berharap penutupan Gedung Kesenian Mbatu Aji dapat menjadi momentum percepatan pembangunan Art Center Kota Batu yang direncanakan dengan konsep Art Preneur atau taman budaya.

Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menghidupkan ekosistem seni di Kota Batu sekaligus mendukung penyelenggaraan agenda budaya berskala besar. Selama ini, keterbatasan sarana disebut menjadi salah satu penyebab Kota Batu beberapa kali gagal menjadi tuan rumah event kesenian tingkat nasional hingga internasional.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Tim Redaksi