Momentum Sejarah: Memaknai 100 Tahun Stadion Gajayana dalam Gema 1 Abad NU
TIMES Malang/Menuju Gerbang Seabad: Saksi Maha Karya Peradaban 1 Abad NU di Malang

Momentum Sejarah: Memaknai 100 Tahun Stadion Gajayana dalam Gema 1 Abad NU

Stadion Gajayana Malang bersiap menyambut 100 tahun usia dan 200 ribu jamaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Dampak sejarah dan ekonomi spektakuler bagi warga Malang Raya.

TIMES Malang,Jumat 6 Februari 2026, 10:33 WIB
152.9K
I
Imadudin Muhammad

MALANGStadion Gajayana, bukan sekadar tumpukan beton dan tribun di jantung Kota Malang. Berdiri sejak 1 April 1924, stadion tertua di Indonesia ini tengah bersiap memasuki gerbang usia seabad pada 2026. Di balik riwayat panjangnya, stadion yang terletak di Kecamatan Klojen ini, bersiap menjadi saksi bisu peristiwa spiritual kolosal dan maha karya Mujahadah Kubro dalam rangka 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).

​Secara historis, pembangunan Stadion Gajayana diinisiasi oleh Wali Kota Malang, era Hindia Belanda, H.I. Bussemaker, dengan investasi awal sebesar 100.000 Gulden. 

Nama "Gajayana" sendiri diambil dari Prabu Gajayana, penguasa Kerajaan Kanjuruhan abad ke-8, sebagai bentuk asimilasi penghormatan terhadap kearifan lokal. 

Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025 dan peringatan satu abadnya, stadion ini bersolek dengan renovasi lintasan lari, tribun, hingga papan skor digital.

​Analisis Ekonomi: Gelombang Triliunan di Malang Raya

​Namun, daya pikat Gajayana di tahun 2026 tidak hanya berhenti pada urusan olahraga. Kehadiran sekitar 200 ribu warga Nahdliyin yang diprediksi akan hadir bersama Presiden RI, Prabowo Subianto, akan menciptakan multiplier effect ekonomi yang masif bagi Malang Raya.

article

​Data Litbang TIMES Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama momentum ini dapat menembus angka Rp100 Miliar. Angka ini bukan tanpa dasar; pergerakan massa dalam skala nasional ini akan menyentuh empat sektor fundamental. Diantaranya, ​sektor Hospitality: Okupansi hotel dan homestay di Malang Raya diprediksi mencapai 100%. Estimasi perputaran uang di sektor ini mencapai Rp30 - 45 Miliar.

​Sektor Kuliner & UMKM: Dengan asumsi belanja harian moderat, para pelaku usaha mikro diproyeksikan meraup omzet Rp15 - 20 Miliar.

​Sektor Oleh-oleh: Produk khas Malang seperti keripik tempe yang ada di Kota Malang dan apel di Kota Batu dan Kabupaten Malamg, diprediksi menyumbang perputaran uang miliaran.

​Selain itu, masuknya ribuan bus menciptakan ceruk ekonomi jasa parkir dan BBM diperkirakan bernilai miliaran.

Pihak pemerintah di Malang Raya, terus melakukan koordinasi pihak terkait. Diharapkan acara berlangsung lancar, aman dan sukses. Pelaku UMKM juga bisa mendapatkan berkah dari acara 1 Abad NU.

​Spiritulitas dan Harapan Bangsa

​Bagi warga Nahdliyin, kehadiran mereka di stadion bersejarah ini melampaui angka-angka statistik. Ini adalah perjumpaan antara iman dan rasa syukur. 

"Semoga membawa berkah untuk Malang dan Indonesia," ungkap Dewi Masyitah, kader NU Kota Malang, Jumat (6/2/2026).

​Senada dengan itu, Syaiful Anam, warga NU Kabupaten Malang, memandang Mujahadah Kubro 1 Abad NU ini, sebagai momentum penguatan doa bagi bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Rakyatnya aman dan damai. Pemerintahannya juga penuh dengan keadilan dan menegakkan kebenaran dalam segala hal," harapnya.

​Transformasi Stadion Gajayana Kota Malang, dari infrastruktur kolonial menjadi panggung spiritualitas dan penggerak ekonomi kerakyatan mencerminkan elastisitas Malang Raya. 

Di usia 100 tahun, Stadion Gajayana tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi menjadi saksi bagaimana sejarah, iman, dan kesejahteraan masyarakat bersinergi dalam satu nafas perjuangan bangsa melalui Mujahadah 1 Abad NU. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Tim Redaksi