Terima Arahan Presiden, Pemkab Malang Harus Siap Kolaborasi Jalankan Program Pemerintah
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung beberapa hal penting, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
MALANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung beberapa hal penting, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).
Dalam arahan yang disampaikan kepada kepala daerah seluruh Indonesia di Rakornas itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa program daerah harus sinergi dan selaras kebijakan pemerintah. Dukungan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan dan diharuskan.
Bupati Malang H. Sanusi dan Wabup Malang Hj. Lathifah Sohib hadir langsung mengikuti arahan Presiden Prabowo di rakornas pusat dan daerah ini. Juga, dari DPRD Kabupaten Malang yang diwakili Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarrok.
Salah satu paparan dalam taklimat yang disampaikan Presiden Prabowo adalah mengenai kerja sama yang harus dilakukan pemerintah pusat dan daerah.
Dalam paparan yang disampaikan, diantaranya tercapainya pertumbuhan ekonomi 5,04 persen (data triwulan 3/2025), 22.950 gerai KDKMP sedang dibangun, sebanyak 2,71 juta lebih lapangan kerja baru dari investasi 2025, serta angka 34,7 juta ton produksi beras pada 2025.
"Dalam arahannya, Presiden Prabowo kemarin menegaskan banyak program pemerintah yang jadi prioritas dan harus dijalankan di daerah. Sinergi dan kolaborasi pusat-daerah ini, terutama yang menyangkut pada perekonomian dan kesejahteraan langsung masyarakat," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarrok, Selasa (3/2/2026).

Presiden Prabowo, lanjutnya, juga menyampaikan terkait gagasan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini penekanannya juga diarahkan pada sektor pariwisata, yang dianggap paling efisien untuk bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah.
Dalam Indonesia ASRI ini, ke depan akan banyak didorong partisipasi aktif dan berkelanjutan oleh semua pihak. Yakni, dengan melibatkan unsur ASN, pelajar, masyarakat pengelola wisata hingga TNI-Polri.
"Memang sektor pariwisata dianggap paling mudah dan murah untuk dikelola dan dikembangkan. Nah, nanti semua unsur bisa berperan dalam menjadikan pariwasata lebih bagus dan prospektif. Kabupaten Malang kaya potensi destinasi wisata. Ini perlu disambut," tandas Alayk.
Selain itu, Indonesia ASRI ini nanti akan mencakup bagaimana pengelolaan sampah di permukiman atau pun tempat publik, juga pengolahannya menjadi sumber energi dan nilai produksi ekonomi.
Disinggung kemampuan Kabupaten Malang menjalankan program-program prioritas sesuai arahan Presiden, Alayk Mubarrok menyebut memang tidak bisa serta merta dari sumberdaya APBD.
Sebaliknya, yang bisa dilakukan oleh daerah sifatnya supporting atau dukungan penyerta, sesuai kemampuan fiskal daerah.
"Ya, berbagai program nasional prioritas ada yang sifatnya wajib (mandatory), namun juga ada yang hanya dijalankan daerah sebagai supporting. Tentunya, dukungan kolaborasi daerah tetap bisa dilakukan, sekiranya itu untuk berdampak langsung bagi masyarakat," demikian Alayk Mubarrok. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


