Coban Rondo Malang, Air Terjun Legendaris dengan Kisah Ratu Anjarwati
- Kabupaten Malang tidak hanya dikenal dengan deretan pantainya di wilayah selatan, tetapi juga memiliki banyak destinasi wisata alam di kawasan pegunungan.
MALANG – Kabupaten Malang tidak hanya dikenal dengan deretan pantainya di wilayah selatan, tetapi juga memiliki banyak destinasi wisata alam di kawasan pegunungan. Salah satu yang paling terkenal adalah Coban Rondo, air terjun yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Selain panorama alamnya yang indah, Coban Rondo juga dikenal luas karena memiliki kisah legenda Ratu Anjarwati yang telah lama berkembang di masyarakat.
Air Terjun dengan Panorama Pegunungan
Coban Rondo terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, atau sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Malang. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 84 meter dan berada di kawasan lereng Gunung Panderman.
Debit air yang cukup besar serta suasana hutan pinus di sekitarnya membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang populer di Malang Raya. Udara di kawasan ini juga relatif sejuk karena berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut.
Pengunjung biasanya datang untuk menikmati panorama air terjun, berjalan-jalan di kawasan hutan, hingga bersantai di area taman yang tersedia.
Data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menyebutkan bahwa Coban Rondo termasuk salah satu destinasi wisata alam yang paling sering dikunjungi wisatawan di wilayah Malang Raya.
Legenda Ratu Anjarwati
Nama Coban Rondo tidak lepas dari kisah legenda yang berkembang di masyarakat Jawa. Cerita ini berkaitan dengan tokoh Ratu Anjarwati, putri dari Kerajaan Jenggala yang menikah dengan Raden Baron Kusuma.
Menurut cerita rakyat yang banyak ditulis dalam berbagai literatur budaya Jawa, pasangan tersebut melakukan perjalanan setelah menikah. Namun perjalanan mereka dihadang oleh seorang pria yang ingin merebut Ratu Anjarwati.
Dalam perkelahian yang terjadi, Raden Baron Kusuma akhirnya gugur. Ratu Anjarwati kemudian menunggu suaminya di sebuah air terjun di kawasan tersebut hingga akhirnya hidup sendiri. Karena itulah tempat tersebut kemudian dikenal sebagai “Coban Rondo”, yang dalam bahasa Jawa berarti air terjun janda.
Kisah legenda ini banyak disebut dalam literatur wisata daerah serta dijelaskan dalam informasi resmi pengelola wisata Coban Rondo.
Destinasi Wisata Alam dengan Beragam Aktivitas
Seiring berkembangnya pariwisata, kawasan Coban Rondo kini tidak hanya menawarkan air terjun sebagai daya tarik utama. Pengelola wisata juga menambahkan berbagai fasilitas rekreasi.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan di kawasan ini antara lain menikmati taman labirin, area berkemah, wahana outbond, hingga jalur sepeda gunung. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut membuat Coban Rondo menjadi destinasi wisata yang cocok untuk keluarga maupun rombongan wisata.
Akses menuju lokasi air terjun juga relatif mudah karena dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Wisata Alam Legendaris di Malang Raya
Kombinasi antara panorama alam, udara pegunungan yang sejuk, serta legenda yang melekat menjadikan Coban Rondo sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik tersendiri di Malang Raya.
Hingga kini, air terjun ini tetap menjadi pilihan wisata favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam pegunungan di Kabupaten Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



