TIMES MALANG, JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mempercepat penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Jepara, Kudus, dan Pati. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin meninjau langsung daerah terdampak untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian utama adalah Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, yang mengalami longsor terparah di kawasan lereng Gunung Muria. Peninjauan dilakukan pada Selasa (13/1/2026), sementara pengiriman bantuan logistik telah dimulai sejak sehari sebelumnya.
“Yang paling terdampak berada di Desa Tempur. Karena itu kami cek langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan semua kebutuhan darurat terpenuhi,” ujar Ahmad Luthfi.
Longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari berturut-turut. BPBD mencatat sedikitnya 23 titik longsor di sepanjang jalan desa, yang menyebabkan akses utama terputus dan ribuan warga sempat terisolasi.
Data sementara menyebut hampir 3.600 kepala keluarga terdampak. Enam rumah mengalami rusak ringan, satu rumah rusak berat, dan dua unit usaha milik warga turut terdampak.
Dengan dukungan Basarnas, BPBD, relawan, serta TNI-Polri, akses darurat kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Alat berat juga dikerahkan untuk membuka jalur dan mempercepat distribusi bantuan.
“Kecepatan respons itu kunci. Kami fokus membuka akses jalan dan menormalkan alur distribusi logistik,” kata Luthfi.
Selain penanganan darurat, Pemprov Jateng juga menyiapkan langkah lanjutan berupa penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan untuk mengurangi risiko bencana susulan.
Selama akses belum sepenuhnya pulih, kebutuhan warga dipenuhi melalui dapur umum dan distribusi logistik menggunakan kendaraan roda dua. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.
Pemprov Jateng telah menyalurkan bantuan bahan pokok, dukungan usaha melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 260 juta untuk Desa Tempur.

Salah seorang warga, Adil, mengatakan longsor membuat aktivitas warga lumpuh karena jalan desa merupakan satu-satunya akses keluar-masuk wilayah tersebut.
“Kalau jalan ini terputus, semua ikut berhenti. Harapan kami cepat diperbaiki supaya bisa bekerja lagi,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menambahkan bahwa bantuan logistik juga telah disalurkan ke Kudus dan Pati sesuai kebutuhan lapangan.
“Bantuan berasal dari APBD Provinsi dan APBN, meliputi makanan siap saji, perlengkapan keluarga, tenda, selimut, hingga kebutuhan anak,” katanya.
Nilai bantuan logistik tercatat mencapai Rp 140,7 juta untuk Jepara, Rp 133,3 juta untuk Pati, dan Rp 188 juta untuk Kudus.
BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait terus bersiaga di lapangan untuk memastikan keselamatan warga, mempercepat pemulihan akses, serta meminimalkan dampak lanjutan dari cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (*)
| Pewarta | : Bambang H Irwanto |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |