https://malang.times.co.id/
Berita

Layanan Bus DAMRI Hadir di Karimunjawa, Mobilitas Warga Tak Lagi Mahal

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:27
Bus DAMRI Masuk Karimunjawa, Gubernur Ahmad Luthfi: Mobilitas Warga Tak Lagi Mahal Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meresmikan pengoperasian Bus DAMRI di Pelabuhan Legon Bajak, Jepara, Selasa (13/1/2026). (foto: Pemprov Jatim)

TIMES MALANG, JEPARA – Warga Kepulauan Karimunjawa kini memiliki alternatif transportasi publik berbiaya terjangkau setelah layanan Bus DAMRI resmi beroperasi di wilayah tersebut. Layanan ini diharapkan menjadi solusi atas mahalnya biaya transportasi yang selama ini bergantung pada kendaraan sewaan.

Peresmian pengoperasian Bus DAMRI dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Pelabuhan Legon Bajak, Jepara, Selasa (13/1/2026).

Ahmad Luthfi menekankan bahwa konektivitas menjadi kunci pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan. Menurut dia, kemudahan pergerakan orang dan barang akan berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Konektivitas menentukan apakah ekonomi bisa tumbuh atau tidak. Dengan adanya layanan ini, masyarakat di wilayah terluar seperti Karimunjawa kini punya akses transportasi yang lebih layak,” ujarnya.

Ia menyebut layanan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Karena itu, Ahmad Luthfi meminta agar angkutan perintis tersebut dijaga keberlanjutannya dan dievaluasi secara rutin agar benar-benar memberi manfaat.

“Jangan sampai layanan ini berhenti atau tidak dimanfaatkan. Ini harus menjadi milik masyarakat,” katanya.

Area Manager 2 DAMRI, Sumali, mengatakan pengoperasian bus di Karimunjawa merupakan bagian dari penugasan DAMRI untuk melayani wilayah yang belum terjangkau angkutan umum.

“Kami ingin memastikan masyarakat kepulauan juga mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rute bus menghubungkan titik-titik penting seperti pelabuhan, bandara, permukiman warga, hingga pusat aktivitas ekonomi sehingga memudahkan mobilitas harian masyarakat maupun wisatawan.

Bus-DAMRI-Karimunjawa-2.jpg

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menilai layanan tersebut menjadi jawaban atas keluhan warga terkait mahalnya ongkos transportasi.

“Sebelumnya warga harus menyewa kendaraan dengan biaya tinggi. Sekarang cukup membayar Rp 7.000 untuk satu kali perjalanan,” katanya.

Pada tahap awal, pemanfaatan bus diprioritaskan untuk kebutuhan warga Karimunjawa, sementara untuk sektor pariwisata akan diatur agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat lokal.

Bus DAMRI Karimunjawa melayani rute Pelabuhan Karimunjawa–Bandara Dewadaru–Desa Kemujan–Pelabuhan Legon Bajak pulang-pergi dengan jarak sekitar 55 kilometer dan waktu tempuh sekitar 90 menit.

Sebanyak empat unit bus tipe minibus dioperasikan, ditambah satu unit cadangan. Masing-masing bus berkapasitas 15 hingga 19 penumpang dan melayani hingga delapan perjalanan per hari pada pukul 05.00–16.30 WIB. Tarif ditetapkan sebesar Rp 7.000 per penumpang dan layanan direncanakan beroperasi sepanjang 2026. (*)

Pewarta : Bambang H Irwanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.