TIMES MALANG, MALANG – Kawasan Kayutangan Kota Malang menjadi destinasi utama para wisatawan saat puncak malam Tahun Baru 2025/2026. Pantauan TIMES Indonesia, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 21.53 WIB nampak kepadatan lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan Basuki Rahmat atau kawasan Kayutangan.
Tak sedikit para pedagang kaki lima (PKL) menjajakan dagangannya kepada para wisatawan yang datang.
Setelah hujan lebat terjadi pada sore tadi, ternyata menuju puncak pergantian tahun kali ini, wisatawan lokal maupun mancanegara langsung menyerbu kawasan Kayutangan.
Salah satu wisatawan asal Surabaya, Mirza mengatakan bahwa ini baru pertama kali dirinya merayakan tahun baru di Kota Malang, tepatnya di kawasan Kayutangan.
Wisatawan saat selfie di jembatan Kayutangan. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)
“Ini baru pertama. Ternyata Kayutangan sangat ramai, ini diluar dugaan saya,” ujar Mirza, Rabu (31/12/2025).
Nampak juga puluhan petugas kepolisian, Satpol PP hingga Dishub Kota Malang berjaga disetiap sudut kawasan Kayutangan.
Wisatawan lain asal Lombok, Raden mengaku kawasan Kayutangan saat ini menjadi jujukan utama di Kota Malang.
“Saya sudah beberapa kali ke Kota Malang. Dan tahun baru ini pusatnya memang ada di Kayutangan,” ungkap Raden.
Ia juga mengaku bahwa banyak sekali pertokoan di Kayutangan saat ini. Membuat para wisatawan betah untuk berjalan-jalan dan menunggu malam pergantian tahun.
“Banyak makanan, kopian hingga oleh-oleh disini. Jadi bikin gak bosen,” ucapnya.
Sebagai informasi, kunjungan wisata Kota Malang pada natal dan tahun (nataru) 2025/2026 kali ini naik hingga 23 persen. Bahkan, prediksinya kendaraan yang masuk ke area Malang mencapai 1.352.034 selama libur panjang Nataru.
Dari data yang dihimpun Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan, per hari wisatawan yang datang sekitar 2.000 orang.
Ini juga menjadi sorotan masyarakat Indonesia bahwa Kota Malang menjadi jujukan destinasi utama kedua setelah Yogyakarta selama Nataru 2025/2026 ini.(*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |