TIMES MALANG, MALANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pujon, Kabupaten Malang, memicu tanah longsor di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Selasa (13/1/2026) malam. Material longsor menutup sebagian badan jalan provinsi jalur Malang–Kediri sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.
Longsor terjadi pada tembok penahan tebing (TPT) di Dusun Tretes Desa Bendosari yang tak kuat menahan tanah. Penyebabnya, diduga dipicu hujan dengan intensitas curah hujan yang turun sejak Pukul 16.00 WIB.
Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyampaikan, tanah longsor terjadi pada TPT di pinggir jalan jalur provinsi, dengan panjang 25 meter dan tinggi 4 meter. Ketebalan tanah longsoran kurang lebih 1 meter, dan menutup sebagian badan jalan.
“Akibat longsor, sebagian badan jalan tertutup material tanah. Arus kendaraan di jalur Malang–Kediri sempat diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian,” ujar Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Rabu (14/1/2026).
Dalam peristiwa ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan warga.

Saat penanganan, petugas menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas secara bergantian untuk kendaraan yang melintas.
Hujan ringan di lokasi kejadian terjadi, dan penerangan jalan terbatas. Namun, pembersihan telah selesai dilakukan menggunakan alat berat PU Bina Marga. Akses jalan kini normal dan dapat dilalui kembali.
"Saat ini sedang dikoordinasikan dengan petugas damkar untuk penyemprotan jalan, dampak tanah longsor untuk meminimalisir kondisi jalan licin," terang Sadono.
BPBD Kabupaten Malang juga melaporkan, kejadian tanah longsor di wilayah Dusun Ngeprih Desa Bendosari Pujon Kabupaten Malang.
Namun demikian, penanganan dampak longsor sudah dilakukan, pada hari ini, Rabu (14/1/2026). Bantuan terpal diberikan untuk menutupi tumpukan material tanah longsoran di lokasi tersebut.
BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga di kawasan rawan longsor, untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah tersebut. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |