https://malang.times.co.id/
Berita

Ponpes di Zona Merah Gunung Semeru Klarifikasi Penolakan Evakuasi

Selasa, 06 Desember 2022 - 17:16
Ponpes di Zona Merah Gunung Semeru Klarifikasi Penolakan Evakuasi Tangkapan layar suasana evakuasi warga Ponpes di zona merah Gunu Semeru. (Foto: Tangkapan Layar/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Sebuah video yang memperlihatkan adegan bersitegang antara relawan dengan pihak pondok pesantren (ponpes) di zona merah Gunung Semeru viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang diunggah oleh akun Instagram @infomalangraya tersebut memperlihatkan bahwa pihak ponpes menolak saat hendak dievakuasi oleh petugas relawan.

Berdasarkan penelusuran, ponpes tersebut bernama Ponpes Nurul Barokah Al-Hidayah yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pihak ponpes mengklarifikasi atas video viral yang memperlihatkan penolakan atas ajakan relawan untuk dievakuasi.

Pengasuh Ponpes Nurul Barokah Al-Hidayah, Nur Holis mengatakan bahwa pihaknya bukan menolak ajakan evakuasi. Namun ia lebih menyayangkan cara petugas dan relawan yang dinilai tak sopan untuk mengajak evakuasi.

zona-merah-Gunu-Semeru-b.jpg

"Bukan menolak, cuma caranya saya nggak senang. Di sini di pondok kan ada unggah-ungguhnya (etika), harus ada sopan santun. Jangan digrebek kayak maling," ujar Holis, Selasa (6/12/2022).

Holis membeberkan, bermula saat itu dirinya tengah menunaikan shalat di dalam pondok. Kemudian, ia mendengar ada keramaian di luar pondok, dan saat itu ia keluar mencari tahu.

Saat di luar, ia kaget sejumlah petugas dan relawan seperti menyeret dan membentak sejumlah santrinya yang diketahui akan dievakuasi.

"Lalu saya bilang, Pak jangan sewenang-wenang di sini, di negara hukum kalau memang njenengan (anda) itu mau menolong. Bukan seperti ini caranya," ujarnya.

Saat Holis memberitahu, petugas dan relawan pun tetap memaksa warga pondok untuk dievakuasi. Holis memutuskan untuk menolak ajakan para petugas dan relawan tersebut.

"Waktu itu ada polisi satu, Babinsa-nya dua, relawan tiga orang. Ini kan pondok, ada pimpinan dan pengasuh. Sebenarnya kalau duduk baik-baik, caranya baik, ya kita pun mau, bukan gak mau. Tapi kalau seperti ini saya gak suka caranya," katanya.

Holis mengaku saat erupsi mulai terjadi pada 4 Desember 2022 lalu, kondisi lingkungan ponpesnya masih dinilai kondusif. Meski begitu, ia juga telah menyiapkan mobil pikap untuk berjaga-jaga jika memang harus mengevakuasi seluruh penghuni pondok.

"Saya sudah siapkan kalau ada apa-apa, karena saat itu kejadian di sini masih kondusif, gak ada masalah. Sampai sekarang pun ya juga tidak ada masalah, di pondok santri saya juga tidak ada masalah," ucapnya.

Holis akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penghuni pondoknya. Jika memang terpaksa harus mengungsi, dia yang akan mengevakuasi dan ikut mengungsi.

"Saya tanggung jawab sama santri saya, karena saya dapat amanah dari orang tua santri. Saya takut santri saya di jalan terjadi yang nggak-nggak. Jadi kalau misal santri saya ngungsi, saya juga. Jadi ini sekarang saya luruskan permasalahannya," ujarnya.

Sebagai informasi, Kades Supiturang, Nurul Yakin juga sempat membeberkan bahwa pihak ponpes bersikukuh bertahan di dalam ponpes tersebut.

Setidaknya diketahui ada 16 orang di dalam pondok pesantren tersebut. Meski demikian, pihak desa kini telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk TNI-Polri untuk kembali membujuk para santri agar bersedia dievakuasi. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.