TIMES MALANG, MALANG – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Malang) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah. Melalui Workshop Systematic Literature Review (SLR), kampus vokasi pertanian unggulan ini berupaya membekali dosen dan mahasiswa dengan metodologi penelitian modern yang diakui secara internasional.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Giri Sabha Ir. H. Syamsudin Abbas Selasa (26/08/2025) ini diikuti oleh sekitar 200 peserta, terdiri dari dosen dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Agribisnis Peternakan (Agrinak), serta mahasiswa tingkat IV (semester 7). Suasana workshop tampak dinamis, dengan diskusi interaktif yang mengalir antara narasumber dan peserta.
Workshop menghadirkan Ir. Heri Prayitno, pakar metodologi penelitian dengan pengalaman luas dalam penerapan SLR di berbagai bidang ilmu. Dalam paparannya, Heri menekankan bahwa Systematic Literature Review bukan sekadar mengumpulkan artikel, tetapi sebuah pendekatan ilmiah yang menyusun, menyeleksi, dan menganalisis literatur secara terstruktur sehingga menghasilkan sintesis yang komprehensif dan objektif.
“SLR memberikan arah jelas dalam penelitian. Dimulai dari perumusan research question (RQ), pencarian literatur dengan basis data internasional, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, analisis tematik, hingga penyusunan artikel ilmiah. Semua tahapan itu akan menghasilkan publikasi yang lebih solid dan kredibel,” jelasnya.
Ketua Prodi PPB, Rika Despita, SST., MP., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperkuat daya saing akademik.
“Kemampuan menyusun SLR sangat penting bagi sivitas akademika, karena tidak hanya memperkaya wawasan metodologis, tetapi juga meningkatkan kualitas karya ilmiah sehingga lebih berpeluang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional bereputasi,” ujarnya.
Rika menambahkan, workshop ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa tingkat akhir untuk mempersiapkan tugas akhir yang lebih kuat secara metodologis, sekaligus menambah bekal dosen dalam memperluas publikasi riset di jurnal bereputasi.
Dalam sesi praktik, para peserta terlihat antusias mempelajari teknik menyusun research question berbasis metode PICOC (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Context). Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan perangkat lunak pengelola referensi seperti Mendeley dan Zotero untuk mempermudah manajemen literatur, serta cara melakukan penilaian kualitas studi yang menjadi fondasi dari validitas hasil penelitian.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk memperkuat karya ilmiah mereka, sementara bagi dosen, workshop ini memperkaya strategi dalam memperluas jejaring publikasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Polbangtan Malang menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari upaya sistematis untuk membangun budaya riset yang lebih kokoh di lingkungan kampus. Dengan bekal metodologi penelitian yang lebih matang, dosen dan mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan publikasi yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian dan peternakan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menyiapkan generasi akademisi yang tidak hanya produktif menulis, tetapi juga memiliki standar mutu internasional,” tutup Rika.
Dengan langkah ini, Polbangtan Malang semakin memperlihatkan perannya sebagai kampus vokasi yang tidak hanya fokus pada praktik lapangan, tetapi juga kuat dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. (*)
Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
Editor | : Imadudin Muhammad |