https://malang.times.co.id/
Berita

Menggali Kekayaan Moderasi Budaya dan Harmoni di Donomulyo Kabupaten Malang

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:35
Melacak Jejak Bung Karno dan Ritual Labuhan di Pantai Ngliyep Foto bersama tim Jejak Kearifan bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Sudarman, usai sarasehan 'Menjelajah Histori dan Harmoni, di Ngliyep Kedungsalam Donomulyo Kabupaten Malang, kemarin. (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Perjalanan napak tilas tim Jejak Kearifan dilakukan di wilayah Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, sejak kemarin, Sabtu (9/1/2026). 

Selama kegiatan ini, tim Jejak Kearifan Amartya Bhumi Kepanjian bertemu langsung sejumlah pewaris dan pelestari budaya tradisi di wilayah yang sarat keberagaman ini.

Jejak Kearifan di Donomulyo ini mengangkat tema "Menjelajah Histori dan Harmoni,' yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sudarman, diikuti para pemangku wilayah Kecamatan Donomulyo dan tokoh masyarakat dan budayawan 

Puisi Bung Karno dan Tradisi Labuhan di Ngliyep

Beberapa desa di Donomulyo Kabupaten Malang sempat dikunjungi tim Jejak Kearifan, diantaranya Desa Sumberoto, Desa Purworejo dan Desa Kadungsalam. Beberapa orang yang merupakan pegiat budaya, pewaris tradisi dan pelestari peninggalan para leluhur juga ditemui.

tim-Jejak-Kearifan-bersama-Wakil-Ketua-DPRD-Kabupaten-Malang-a.jpg

Di Desa Kedungsalam, kegiatan dipusatkan di Pantai Ngliyep Donomulyo. Di wilayah ini, tidak hanya dikenal dengan keindahan pantai Ngliyep, pantai Modangan dan pantai Pasir Panjang. Namun juga, tersimpan cerita sejarah dan nilai-nilai ritus budaya religi, yang masih dijaga dan dipertahankan masyarakatnya.

"Di Ngliyep yang ada di Desa Kedungsalam ini sangat dikenal dengan kesakralan budaya tradisinya. Maka, kita patut mengapresiasi, praktik budaya warisan leluhur yang terus dijaga, terlebih generasi muda yang mau konsisten bergiat melestarikannya," kata Wakil DPRD Kabupaten Malang, Sudarman.

Terlebih, kata Sudarman, sudah banyak ritus budaya Jawa yang mulai dihilangkan dalam kehidupan sosial masyarakat akhir-akhir ini. Ia mencontohkan tradisi ujub dan selamatan (ruwat).

tim-Jejak-Kearifan-bersama-Wakil-Ketua-DPRD-Kabupaten-Malang-b.jpg

"Aktivitas pelestarian budaya warisan leluhur memang harus diberi ruang dan difasilitasi, agar tetap hidup dan lenyap terpinggirkan," tandas anggota DPRD Fraksi Partai Golkar ini, saat sarasehan di pendopo Pantai Ngliyep.

Kepala Desa Kedungsalam Misdi menyampaikan, di Pantai Ngliyep juga dipercaya pernah disinggahi sang Proklamator Bung Karno. Saat berada di Pantai Ngliyep kala itu, konon Bung Karno menulis dan membacakan puisi berjudul 'Aku Melihat Indonesia.' Puisi ini juga ditemukan dalam buku 'Bung Karno dan Pemuda'

"Bung Karno diyakini pernah berpuisi Aku Melihat Indonesia saat di Pantai Ngliyep ini. Tetapi, belum diketahui teks asli puisinya dan tahun berapa dibuat. Ini kami harapkan bisa digali," kata Misdi.

Saat sarasehan sejarah budaya 'Menjelajah Histori dan Harmoni yang digelar tim Jejak Kearifan Amartya Bhumi Kepanjian ini, juga diikuti sesepuh atau juru kunci tempat wisata Sendang Kamulyan Kedungsalam Mbah Bejo. Juga, pegiat dan pelaku upacara labuhan atau larung sesaji pantai Ngliyep dari Kujang Mas Tirto Samudro. (*)

Pewarta : Khoirul Amin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.