Berita

Cerita Anies Baswedan Soal Kepiluan Jenazah yang Meninggal Akibat Covid-19

Minggu, 24 Januari 2021 - 21:43
41.83k
Cerita Anies Baswedan Soal Kepiluan Jenazah yang Meninggal Akibat Covid-19 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memantau langsung jenazah Covid-19 di DKI Jakarta. (Foto: Pemrov DKI Jakarta)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bahwa Covid-19 bukanlah virus fiksi. Ia bercerita setelah menyaksikan sendiri bagaimana kematian akibat virus tersebut adalah kepiluan yang mendalam.

Keluarga dekat korban Covid-19 hanya bisa menangis dan tak bisa berbuat apa-apa selain berdoa dari jarak yang jauh.

Cerita Anies Baswedan 2

Anies menyaksikan, pasien Covid-19 itu baru saja ditutup kain putih. Ikhtiar manusia berhenti di situ. Semua alat dilepas. Telah jadi jenazah. Kematian dalam kesendirian, tanpa ada keluarga di sampingnya.

"Siang itu, menjelang pukul 14.00, di RSUD Cengkareng, berdiri di depan layar TV, di ruang kontrol yang memonitor setiap pasien ICU, kami menyaksikan dari dekat. Peristiwa itu dekat. Apalagi kain putih itu menutup wajah dan badan orang yang kita kenal. Momen yang tak berjarak," tulis Anies Baswedan dalam Instagramnya, Minggu (24/1/2021).

Tidak lama kemudian setelah itu, Gubernur Anies menemui keluarga Korban Covid-19 di depan pintu ruang jenazah. Kata Anies, duka mereka terasa teramat dalam. Sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi secepat itu. Kebersamaan dan gelak tawa berpuluh tahun keluarga itu, kini tersimpan menjadi kenangan.

Dalam hitungan jam, menjelang maghrib, jasad itu telah tiba di pemakaman dan siap dimasukkan ke peristirahatan terakhirnya di liang kubur.

"Teman-teman semua, ini bukan fiksi dan bukan sekadar angka statistik. Ini akhir dari sebuah perjalanan anak manusia yang diterpa wabah bermula dari tertular Covid-19 dan berujung pada kematian," jelasnya.

Mantan Mendikbud RI itu menjelaskan, penularan terbanyak saat ini menimpa klaster keluarga. Satu orang terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain. Fakta saat ini, paling banyak yang terpapar adalah usia muda, tapi paling banyak meninggal adalah usia tua. Janganlah jadi penular. Ikutlah mencegah penularan.

Oleh karenanya, Anies memintan kepada masyarakat, kurangi kegiatan di luar rumah, kecuali kegiatan mendesak dan mendasar. Saat pulang, maka taati protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker dan hindari kontak fisik dengan keluarga.

"Pakai masker itu tidak nyaman, tapi ingatlah, terkena Covid-19 itu jauh lebih tidak nyaman. Berjarak, tak bersalaman dengan keluarga itu terasa aneh, tapi ingatlah terpisah untuk isolasi bahkan berpisah selamanya itu jauh amat tidak nyaman. Jadi jangan lelah, jangan lengah," katanya.

"Sekali lagi, virus itu bukan fiksi. Ini semua adalah nyata. Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi semua," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Covid-19. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.