Tajuk Redaksi: Peradaban Baru NU: Refleksi 1 Abad NU di Stadion Gajayana
TIMES Malang/1 Abad NU

Tajuk Redaksi: Peradaban Baru NU: Refleksi 1 Abad NU di Stadion Gajayana

Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang menjadi titik tolak transformasi NU menuju organisasi modern yang global, inklusif, dan menjadi rujukan peradaban dunia.

TIMES Malang,Rabu 4 Februari 2026, 09:14 WIB
58.8K
Y
Yatimul Ainun

MALANGStadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, bersiap menjadi saksi bisu dari sebuah lompatan sejarah. Pada 7-8 Februari 2026, lebih dari 200.000 nahdliyin diprediksi memadati jantung Kota Malang dalam gelaran Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). 

Namun, angka ini bukan sekadar statistik kerumunan; ia adalah manifestasi energi spiritual sekaligus penanda dimulainya langkah NU memasuki abad kedua—sebuah masa yang menuntut kesiapan peradaban yang lebih matang.

​Kehadiran Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran Menteri dalam perhelatan ini, menegaskan posisi strategis NU sebagai mitra tawasut (moderat) negara. 

Di Malang Raya, antusiasme ini tidak hanya milik kaum sarungan. Pemerintah daerah di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, telah menyinergikan infrastruktur publik untuk menyambut jamaah. Segalanya sudah disiapkan. Warga Malang akan menyambut warga NU dengan penuh ramah dan senyum.

​Fenomena menarik terlihat pada solidaritas lintas batas; Dapur umum dan Posko kesehatan, air minum dan makanan, tidak hanya berdiri di kantor PCNU atau GP Ansor-Banser, melainkan juga melibatkan gereja-gereja yang ada di Malang. 

Inilah potret nyata inklusivitas yang menjadi napas NU: Sebuah organisasi yang mampu menjadi tenda besar bagi keberagaman Indonesia. Itulah karakter asli rakyat Indonesia.

​Menuju NU Global dan Modern

Memasuki abad kedua, tantangan NU tidak lagi sekadar merawat tradisi, melainkan menaklukkan modernitas. NU harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang "berpikir global". 

Di tengah disrupsi teknologi, NU dituntut menjadi rumah yang nyaman bagi generasi milenial dan Gen Z. Modernisasi organisasi bukan berarti menanggalkan sarung dan peci, melainkan mengadopsi sistem manajemen yang transparan, akuntabel, dan berbasis data tanpa kehilangan ruh Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

​Data TIMES Indonesia menunjukkan bahwa demografi NU didominasi oleh usia produktif. Ini adalah aset untuk melahirkan kader-kader yang tidak hanya ahli dalam kitab kuning, tetapi juga fasih dalam diplomasi internasional, ekonomi digital, dan sains. 

NU masa depan harus memposisikan diri sebagai organisasi rujukan dunia dalam memadukan nilai agama dengan kemajuan peradaban.

​NU Jadi Sapu Jagat NKRI

Sebagai "Sapu Jagat NKRI", konsistensi NU dalam menjaga kedaulatan bangsa adalah harga mati. Di abad kedua ini, kontribusi NU harus lebih luas: Menjadi solusi bagi krisis pangan, perubahan iklim, hingga perdamaian global.

​Mujahadah di Stadion Gajayana adalah momentum kontemplasi. Bahwa satu abad pertama adalah tentang fondasi dan eksistensi, maka abad kedua adalah tentang kepemimpinan dunia (khaira ummah). Dari Malang, NU mengirimkan pesan kuat: Peradaban baru telah dimulai, dan NU siap menjadi motor penggerak untuk kemajuan Indonesia di pentas dunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yatimul Ainun
|
Editor:Tim Redaksi