https://malang.times.co.id/
Berita

Wali Kota Malang Siapkan Pasar Talun Jadi Destinasi Kuliner Baru di Kawasan Kayutangan

Kamis, 01 Januari 2026 - 14:00
Wali Kota Malang Siapkan Pasar Talun Jadi Destinasi Kuliner Baru di Kawasan Kayutangan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Forkopimda saat berkunjung ke Pasar Talun. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANGPemkot Malang menaruh perhatian pada pengembangan Pasar Talun sebagai destinasi wisata kuliner baru di kawasan Kayutangan Heritage. Pasar ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena berada di jantung kawasan heritage Kayutangan dan menyatu dengan aktivitas warga setempat.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Pasar Talun memiliki konsep unik dengan fungsi ganda. Pada pagi hingga siang hari, kawasan tersebut dimanfaatkan warga sekitar untuk berjualan sayur-mayur layaknya pasar krempyeng. Sementara pada malam hari, Pasar Talun bertransformasi menjadi sentra kuliner khas Malang dengan konsep santai menyerupai kafe.

“Ini menjadi daya tarik tersendiri karena heritagenya Kayutangan ada di dalam sini. Siang untuk pasar warga, malam jadi kuliner khas Malang dan pengunjung bisa duduk santai,” ujar Wahyu, Kamis (1/1/2026).

Pemkot Malang berharap Pasar Talun dapat menjadi alternatif tujuan wisata kuliner bagi pengunjung Kayutangan, sehingga tidak hanya terpusat di area luar kawasan. Ke depan, Pasar Talun diproyeksikan sebagai destinasi wisata baru dengan karakter yang berbeda.

“Tentu Pasar Talun ini akan kita siapkan, karena ini Jantungnya Kayutangan juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Heritage Kajoetangan, Mila Kurniawati menyebutkan, Pasar Talun dikembangkan sebagai pasar kuliner atas inisiasi Karang Taruna. Pengelola berupaya mengubah stigma pasar yang identik dengan kesan kumuh menjadi ruang kuliner yang menarik melalui variasi menu dan penyelenggaraan berbagai kegiatan.

“Kita ingin orang yang ke Kayutangan bisa sekalian kulineran ke Pasar Talun. Mindset pasar yang kotor kita ubah dengan konsep yang lebih tertata,” jelas Mila.

Saat ini terdapat sekitar 15 pelaku UMKM yang aktif berjualan, dengan kapasitas kios atau tenan mencapai sekitar 20 unit. Pengelola juga menggandeng perguruan tinggi untuk pendampingan UMKM, serta meminta dukungan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Ke depan, Pokdarwis berharap ada gebrakan dan penguatan konsep agar Pasar Talun dapat berkembang seperti sentra kuliner di kawasan Klojen maupun Oro-oro Dowo, sekaligus menjadi ikon baru wisata Kayutangan pada 2026 mendatang.

“Kami harap ada gebrakan dan kami siap menyambutnya,” ucapnya. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.