https://malang.times.co.id/
Ekonomi

Luas Panen Padi Kabupaten Malang Turun, Produksi Beras Justru Naik

Kamis, 01 Januari 2026 - 16:33
Luas Panen Padi Kabupaten Malang Turun, Produksi Beras Justru Naik Ilustrasi - Panen Padi (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Kabupaten Malang mencatat dinamika menarik pada sektor pertanian padi sepanjang 2025. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kabupaten Malang Desember 2025, luas panen padi mengalami penurunan, namun produksi beras justru menunjukkan kenaikan meski tipis.

BPS Kabupaten Malang mencatat realisasi luas panen padi sepanjang Januari–September 2025 sebesar 30,96 ribu hektare. Angka ini turun sekitar 1,41 ribu hektare atau 4,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 32,38 ribu hektare.

Sementara itu, potensi luas panen padi pada Oktober–Desember 2025 diperkirakan mencapai 8,52 ribu hektare. Dengan demikian, total luas panen padi sepanjang 2025 diproyeksikan sebesar 39,49 ribu hektare, turun sekitar 1,53 ribu hektare atau 3,74 persen dibandingkan luas panen 2024 yang tercatat 41,02 ribu hektare.

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini dalam BRS menjelaskan, dari sisi produksi, BPS mencatat produksi padi Januari–September 2025 mencapai 241,01 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP).

"Meski luas panen menurun, produksi GKP hanya turun tipis sekitar 1,02 persen dibandingkan periode yang sama 2024," jelasnya.

Selain itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) September 2025, potensi produksi padi Oktober–Desember 2025 diperkirakan mencapai 66,51 ribu ton GKP.

Jika dilihat dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), produksi padi Kabupaten Malang sepanjang Januari–September 2025 justru naik menjadi 200,45 ribu ton GKG, meningkat sekitar 1,02 persen dibandingkan periode yang sama 2024.

"Potensi produksi GKG pada Oktober–Desember 2025 diperkirakan sebesar 55,32 ribu ton," imbuhnya.

Dengan demikian, total produksi padi Kabupaten Malang pada 2025 diperkirakan mencapai 255,77 ribu ton GKG, atau naik tipis sekitar 0,38 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 254,79 ribu ton GKG.

Apabila dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras sepanjang Januari–September 2025 diperkirakan setara 115,75 ribu ton beras, meningkat sekitar 1,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Potensi produksi beras pada Oktober–Desember 2025 diperkirakan mencapai 31,94 ribu ton," katanya.

Secara keseluruhan, total produksi beras sementara Kabupaten Malang pada 2025 diperkirakan mencapai 147,69 ribu ton, naik tipis 0,38 persen dibandingkan produksi beras 2024 yang tercatat 147,12 ribu ton.

Erny menjabarkan, dari sisi waktu panen, produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada April, yakni sebesar 23,95 ribu ton, sementara produksi terendah terjadi pada Februari sebesar 5,86 ribu ton.

"Pola ini berbeda dengan tahun 2024, di mana produksi tertinggi terjadi pada Juni," pungkasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.