TIMES MALANG, MALANG – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) mengidentifikasi konsep penataan kawasan wisata Kayutangan Heritage Kota Malang untuk dijadikan model pengembangan kawasan permukiman padat penduduk di Indonesia.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati mengatakan, konsep penataan Kayutangan dinilai menarik oleh Menteri PKP Maruarar Sirait karena keberhasilannya melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Pak Menteri sudah melihat langsung. Yang menarik dan sedang kami pelajari lebih detail adalah keberhasilan program ini karena partisipasi masyarakat,” ujar Sri, Jumat (2/12/2025).
Menurut Sri, pelibatan warga memberi nilai tambah dalam penataan kawasan Kayutangan hingga menjadikannya salah satu wajah pariwisata Kota Malang. Penataan kawasan tersebut juga tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah.
“APBN ada yang masuk, begitu juga APBD,” katanya.
Keterpaduan pola penataan kawasan itu bahkan membuahkan prestasi, di mana kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kayutangan berhasil meraih predikat terbaik di tingkat nasional.
Atas dasar itu, Kementerian PKP berkeinginan mengembangkan sistem tata kelola kawasan yang bersifat holistik, namun tetap menjaga kearifan lokal di berbagai wilayah permukiman padat penduduk. Sebagai langkah awal, konsep penataan Kayutangan Heritage akan diperkenalkan ke sejumlah daerah di Jakarta.
“Ada tiga kelurahan yang kami ajak, yakni Kelurahan Menteng, Tanah Tinggi, dan Johar Baru, untuk melihat apa saja yang sudah berhasil di Kayutangan Heritage,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik rencana replikasi konsep penataan Kayutangan Heritage di daerah lain, khususnya kawasan padat dan kumuh. Namun, ia menegaskan bahwa proses penataan wilayah tidak bisa langsung berhasil, terutama dalam mengubah pola pikir masyarakat.
“Kami bisa sukses karena melakukan pendekatan dan melibatkan masyarakat di Kayutangan,” kata Wahyu.
Wahyu berharap konsep penataan Kayutangan sejak awal hingga berkembang menjadi destinasi wisata dapat diterapkan di daerah lain dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Masyarakat bisa memperoleh pendapatan dan tentu tinggal di lingkungan yang lebih sehat,” ucapnya. (*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |