Aksi Hilirisasi Komoditas Kentang di Pujon, Gandeng
TIMES Malang/Wabup Malang Lathifah Shohib saat melihat hasil komoditas kentang di demplot kelompok petani yang ada di wilayah Ngantang Kabupaten Malang. (FOTO: Prokopim)

Aksi Hilirisasi Komoditas Kentang di Pujon, Gandeng

Wabup Malang Hj. Lathifah Shohib memberi atensi serius pada hilirisasi sektor pertanian di Kabupaten Malang

TIMES Malang,Jumat 6 Februari 2026, 15:33 WIB
3.7K
K
Khoirul Amin

TIMESINDONESIAWabup Malang Hj. Lathifah Shohib memberi atensi serius pada hilirisasi sektor pertanian di Kabupaten Malang. Aksi hilirisasi pertanian diawali Wabup Malang dengan FGD atau diskusi mendalam di dua kecamatan sejak kemarin.

Yakni, berdiskusi mendalam dengan para petani di Desa Ngabab Kecamatan Pujon, juga Desa Ngadas dan Desa Gubugklakah Poncokusumo, yang dilakukan selama Kamis-Jumat (5-6/2/2026).

Selama dua hari itu, kegiatan tersebut juga diikuti bersama mitra off taker (pembeli hasil panen) dan menghadirkan narasumber Prof Dr K.R.M.T Gembong Danudiningrat.

"Kegiatan FGD ini juga dengan narasumber Prof Gembong. Kita semua tahu, beliau adalah salah satu akademisi di bidang pertanian yang keilmuannya diakui dunia. Beliau ahli dalam pertanian organik pertanian, perikanan dan peternakan" ucap Wabup Lathifah Shohib, Jum'at (6/2/2026).

article
Wabup Malang Lathifah Shohib bersama akademisi pertanian Prof Gembong, dalam diskusi bersama petani kentang di Desa Ngabab Pujon, Kabupaten Malang, Jum'at (6/2/2026). (FOTO: Prokopim)

Mitra off taker dari Kemendesa, kata Wabup, akan mendirikan demplot untuk budidaya kentang jenis atlantis di tiga daerah pertanian Kabupaten Malang. Yakni, di Desa Ngabab, Desa Ngadas dan Desa Gubugklakah Poncokusumo.

Dalam kesempatan tersebut, petani antusias mengikuti paparan materi hingga akhir, sekaligus diberikan tata cara praktek secara mandiri pembuatan pupuk organik.

Wabup Malang berharap, mitra off taker di awal ini akan membuka akses dan dilanjutkan para off taker lainnya, untuk menjalin kemitraan langsung dengan para petani.

Komoditas Kentang Atlantis Berkembang

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Sani Putera menyampaikan, kentang jenis Atlantis sebelumnya telah banyak dibudidayakan di Desa Ngantru Ngantang.

Budidaya kentang ini bahkan sudah beberapa kali dipanen, yang dikelola petani dengan pola kemitraan. Dimana, kata Avi, bibitnya disediakan industri perusahaan Indofood, yang sekaligus sebagai pembeli kentang hasil produksi. 

Selain itu, untuk bantuan modal produksi kelompok tani didapatkan dari pihak BRI, serta didukung pihak Pupuk Kaltim. 

Avicenna menjelaskan, komoditi kentang ini ditanam di lahan pertanian seluas 225 hektar, yang dikerjasamakan dalam kemitraan, berada di tiga desa di wilayah Kecamatan Ngantang.

Pada 2025 lalu, kentang yang sudah dipanen pertama di Desa Ngantru Ngantang sebanyak 2.500 ton, dan sisa panen bisa mencapai 700 ton. Hasil panen kentang tersebut, lansung bisa dikirimkan di pabrik Indofood yang berada di Jakarta, juga di Semarang. 

Dengan kemitraan ini, kata Avi, hasil penjualan dari panen kentang langsung dipotong biaya produksi. Dari hasil panen per 1.000 meter persegi lahan, informasinya petani bisa mendapat keuntungan kurang lebih Rp 13,5 juta. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Tim Redaksi