TIMES MALANG, MALANG – Pertumbuhan kinerja PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) menjadi sorotan dalam perayaan Dies Natalis ke-2 yang digelar di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya (UB), Kamis (9/2026). Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT BMU, Edi Purwanto, memaparkan capaian keuangan, ekspansi bisnis, serta arah transformasi perusahaan yang kini diproyeksikan menjadi penopang utama badan pengelola usaha kampus pada 2030.
Selama 2024–2025, BMU mencatat kinerja finansial yang menunjukkan tren positif. Perusahaan membukukan revenue tumbuh 33,8 persen dengan peningkatan profit hingga 41,2 persen, serta kontribusi finansial kepada UB dan negara mencapai Rp20 miliar. Aset BMU juga diproyeksikan melonjak sekitar 138 persen hingga akhir 2025, sementara akumulasi pendapatan dua tahun terakhir tercatat naik 40,41 persen dan laba diperkirakan tumbuh 30 persen dalam periode 2024–2025.
“Kami targetkan pada 2030 PT BMU dapat menjadi penopang utama badan pengelola usaha di Universitas Brawijaya,” ujar Edi Purwanto dalam sambutannya.
Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) turut mencerminkan peningkatan profitabilitas dengan pertumbuhan masing-masing 30,74 persen dan 42,59 persen dalam dua tahun terakhir. Selain itu, PT BMU menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai total Rp750 juta yang diarahkan bagi civitas akademika UB dan masyarakat sekitar.
Ekspansi dan restrukturisasi bisnis juga menjadi fokus perusahaan memasuki tahun ketiga. BMU kini mengelola portofolio usaha yang tersebar pada berbagai sektor, mulai dari hospitality, food and beverage (FnB), kesehatan, pendidikan, hingga science & technology di berbagai wilayah dalam dan luar Jawa. Restrukturisasi baru mengelompokkan unit usaha ke dalam enam Strategic Business Unit (SBU): Hospitality & Services, Food & Beverage, Business Innovation, Edu Sport, Tour & Travel, serta PT Brawijaya Core Indonesia yang memperkuat layanan pelatihan dan konsultansi.

Restrukturisasi tersebut dibarengi rencana pendirian tiga anak perusahaan baru serta pembukaan kantor cabang Jakarta yang berlokasi di Menara Syariah kawasan PIK 2 guna memperluas jangkauan bisnis dan meningkatkan efisiensi manajemen.
Transformasi BMU mencakup penguatan tata kelola berbasis good corporate governance, pengembangan SDM, digitalisasi sistem keuangan dan aset, optimalisasi aset UB, serta ekspansi usaha berbasis kompetensi unggulan kampus dan kemitraan strategis.
Dalam forum Dies Natalis juga disampaikan perkembangan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UB yang berada di bawah koordinasi BMU. Sepanjang 2024–2025, lembaga tersebut melakukan audit halal di berbagai wilayah nasional hingga internasional, didukung 69 auditor halal bersertifikat BPJPH, selaras dengan penerapan wajib sertifikasi halal yang efektif penuh mulai 2026.
Sementara itu, BMU mencatat berdirinya PT Brawijaya Core Indonesia pada September 2025 sebagai anak perusahaan yang fokus pada pelatihan dan konsultansi. Perusahaan ini telah menjalankan berbagai program pendampingan di tingkat daerah maupun nasional.
Perayaan Dies Natalis ke-2 turut menegaskan posisi BMU sebagai instrumen strategis UB dalam mendorong kemandirian finansial kampus melalui integrasi usaha, inovasi, dan perluasan jaringan bisnis. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Imadudin Muhammad |