https://malang.times.co.id/
Berita

151 SPPG di Kabupaten Malang Beroperasi, Penerima Manfaat Capai 302.913 Jiwa

Jumat, 09 Januari 2026 - 20:05
151 SPPG di Kabupaten Malang Beroperasi, Penerima Manfaat Capai 302.913 Jiwa SPPG Putukrejo, Kalipare, Kabupaten Malang yang baru diresmikan pada Jumat (9/1/2025). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Pemerintah bersama berbagai pihak terus mempercepat pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga awal Januari 2025, sebanyak 151 SPPG di Kabupaten Malang telah beroperasi, dengan total penerima manfaat mencapai 302.913 jiwa.

Salah satu SPPG yang baru diresmikan berada di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jumat (9/1/2025). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan pemenuhan gizi, khususnya di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau SPPG.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Malang menargetkan pendirian 233 SPPG untuk memenuhi standar ideal pelayanan. Hingga 9 Januari 2025, realisasi pendirian SPPG telah mencapai 151 unit, dengan rincian 124 SPPG sudah beroperasi penuh dan 27 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional.

Pemerintah Kabupaten Malang juga telah menetapkan target penerima manfaat program MBG sebanyak 698.855 jiwa. Namun hingga saat ini, jumlah penerima manfaat yang telah terlayani baru mencapai 302.913 jiwa, atau belum separuh dari target keseluruhan.

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengakui masih adanya sekolah yang belum merasakan manfaat program MBG karena keterbatasan jumlah SPPG yang beroperasi. Ia menyebut, pemerintah akan melanjutkan program ini melalui tahap kedua.

“Beberapa waktu lalu saya menerima banyak pesan dari kepala sekolah yang menyampaikan bahwa sekolahnya belum mendapatkan manfaat MBG. Saya sampaikan agar menunggu tahap kedua, karena sementara ini proses penerbitan SK atau izin memang ditutup,” ujar Lathifah.

Menurutnya, penambahan SPPG pada tahap kedua sangat penting untuk mengejar kebutuhan ideal di Kabupaten Malang yang mencapai sekitar 230-an SPPG. Ia berharap proses perizinan dan operasional tahap berikutnya dapat segera terealisasi.

Lathifah juga menekankan pentingnya prioritas bagi peserta didik PAUD sebagai penerima manfaat program MBG. Menurutnya, usia dini merupakan masa emas (golden age) yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk menunjang perkembangan fisik dan kecerdasan anak.

“PAUD ini golden age. Mereka tidak hanya membutuhkan stimulasi kecerdasan, tetapi juga asupan gizi yang cukup agar perkembangan jasmani dan rohani bisa seimbang,” jelasnya.

Selain itu, Lathifah mengungkapkan bahwa sebaran SPPG di Kabupaten Malang belum merata di 33 kecamatan. Masih terdapat sejumlah kecamatan yang hingga kini belum memiliki SPPG, termasuk Kecamatan Kalipare yang baru pertama kali memiliki SPPG melalui Yayasan UMI Tiga Pilar Bahagia.

“Kalipare ini sebenarnya tidak terlalu terpencil, tapi baru kali ini memiliki SPPG. Artinya, ke depan masih banyak wilayah yang perlu kita dorong agar segera memiliki SPPG,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.