Stunting di Kabupaten Malang Masih 10 Persen, Wabup Targetkan 0 pada 2029
TIMES Malang/Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib. (Dok. TIMES Indonesia)

Stunting di Kabupaten Malang Masih 10 Persen, Wabup Targetkan 0 pada 2029

Prevalensi stunting di Kabupaten Malang tercatat masih berada di atas 10 persen. Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menargetkan 0 persen pada 2029.

TIMES Malang,Sabtu 10 Januari 2026, 15:12 WIB
16.9K
A
Achmad Fikyansyah

MALANGAngka stunting di Kabupaten Malang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan hasil survei Survei Status Gizi Indonesia (SSGI/SPD), prevalensi stunting di Kabupaten Malang tercatat masih berada di atas 10 persen.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan meski hasil survei menunjukkan angka stunting dua digit, data penimbangan rutin atau bulan timbang menunjukkan kondisi yang relatif lebih baik, yakni di kisaran 5 hingga 6 persen.

“Stunting di Kabupaten Malang juga termasuk tinggi Pak, di atas 10 persen. Itu menurut hasil survei. Tapi kalau menurut bulan timbang, jadi hasil penimbangan itu stunting kita sekitar 5–6 persen,” ujar Lathifah.

Meski demikian, Pemkab Malang tidak ingin berpuas diri. Pemerintah menargetkan penurunan stunting secara signifikan hingga mencapai kondisi ideal dalam beberapa tahun ke depan.

“Bukan itu yang kita harapkan. Kita bertekad menjadi wilayah yang zero stunting. Paling tidak sampai lima tahun ke depan atau sampai tahun 2029, sudah tidak ada stunting di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Lathifah optimistis target tersebut dapat dicapai seiring dengan penguatan berbagai program nasional dan daerah, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Insya Allah melalui MBG ini akan bisa meminimalisir anak-anak yang kekurangan gizi yang ada di Kabupaten Malang,” katanya.

Menurutnya, pemenuhan gizi sejak usia dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan prioritas kepada anak-anak usia PAUD yang berada di sekitar wilayah layanan.

“Anak-anak PAUD ini kan golden age. Mereka membutuhkan stimulan untuk pengembangan intelektual maupun kesehatan. Salah satunya melalui pemenuhan makanan empat sehat lima sempurna lewat MBG,” jelas Lathifah.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi yang optimal di usia emas diyakini mampu memutus mata rantai stunting sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun generasi Kabupaten Malang yang sehat dan berkualitas.

“Ini adalah salah satu ikhtiar Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Harapannya, kesehatan anak-anak, terutama terkait stunting, bisa terus ditekan di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Achmad Fikyansyah
|
Editor:Ferry Agusta Satrio