IHK Kota Malang Alami Deflasi di Awal 2026, Harga Cabai Jadi Sorotan Jelang Ramadan
TIMES Malang/Ilustrasi lombok. (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

IHK Kota Malang Alami Deflasi di Awal 2026, Harga Cabai Jadi Sorotan Jelang Ramadan

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang mengalami deflasi pada Januari 2026.

TIMES Malang,Rabu 4 Februari 2026, 14:00 WIB
4.8K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGIndeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,10 persen (month to month/mtm). Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencatat inflasi 0,56 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi mengatakan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Malang tercatat 3,33 persen (year on year/yoy). Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 3,29 persen (yoy), namun masih berada di bawah inflasi nasional yang mencapai 3,55 persen (yoy).

Deflasi IHK Kota Malang pada Januari 2026 terutama dipengaruhi penurunan harga kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34 persen (mtm). Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama deflasi, di antaranya cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.

“Penurunan harga daging dan telur ayam ras dipengaruhi oleh lancarnya pasokan serta menurunnya permintaan setelah Natal dan Tahun Baru. Sementara penurunan harga cabai dan bawang merah sejalan dengan terjaganya pasokan pada masa panen raya,” ujar Indra, Rabu (4/2/2026).

Meski demikian, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami inflasi, seperti emas perhiasan, jeruk, kontrak rumah, bawang putih, dan apel. Kenaikan harga emas perhiasan dipicu oleh tren kenaikan harga emas dunia, sedangkan tarif kontrak rumah umumnya naik pada awal tahun.

Sementara itu, kenaikan harga jeruk dan apel disebabkan meningkatnya permintaan. Adapun harga bawang putih mengalami kenaikan karena pada Januari 2026 belum terdapat realisasi impor, padahal sekitar 90–95 persen kebutuhan bawang putih nasional masih bergantung pada impor.

Indra menegaskan, tekanan inflasi Kota Malang hingga Januari 2026 masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran. Kondisi ini didukung oleh koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui pemantauan harga pangan, keikutsertaan dalam capacity building TPID, serta rapat koordinasi TPID mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri.

Menghadapi potensi tekanan inflasi pada periode Imlek dan Ramadan, TPID Kota Malang akan meningkatkan intensitas pemantauan harga dan siap menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Sinergi kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan penguatan program 4K, agar inflasi tetap terjaga pada sasaran 2,5 ± 1 persen (yoy),” tuturnya.

Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menyoroti tingginya harga cabai yang kini menembus Rp95.000 per kilogram, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

Wahyu mengungkapkan, harga cabai menjadi salah satu fokus evaluasi rutin yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri terhadap pemerintah daerah. Bahkan, ia mengaku mendapat perhatian khusus terkait komoditas tersebut.

“Saya mendapat PR dari Pak Menteri Dalam Negeri yang setiap minggu melakukan evaluasi, terutama terkait harga cabai yang saat ini sangat tinggi,” ungkap Wahyu.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang akan menempuh Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan daerah penghasil cabai di sekitar Jawa Timur yang memiliki harga lebih murah. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan warung tekan inflasi dengan menyalurkan cabai bersubsidi kepada masyarakat.

“Tujuannya agar harga cabai bisa kembali stabil, apalagi menjelang Ramadan,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi