Kapolres Malang Tekankan Pentingnya Sinergi Kepolisian dan Jurnalis Jaga Kamtibmas
Kapolres Malang AKBP Muhamad Taat Resdi menyampaikan, sinergi kuat tugas kepolisian dan jurnalistik sangat penting, agar situasi kondusif tetap terjaga di tengah masyarakat.
MALANG – Kapolres Malang AKBP Muhamad Taat Resdi menekankan bahwa sinergi antara kepolisian dan insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Hal tersebut disampaikan AKBP Taat Resdi dalam acara Silaturahmi Kapolres Malang dengan Media yang digelar pada Rabu (4/1/2026).
“Sinergi kepolisian dengan jurnalis harus tetap terbangun. Membangun situasi kamtibmas yang kondusif sewaktu-waktu juga membutuhkan peran pemberitaan yang positif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, AKBP Taat Resdi turut berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Kapolres Tulungagung. Ia mengisahkan bagaimana pihaknya menghadapi situasi genting yang berpotensi mengganggu kamtibmas, hingga akhirnya menginisiasi gerakan bertagar Jaga Indonesia, Jaga Tulungagung.
Menurutnya, saat itu kepolisian bersama jurnalis secara masif membangun narasi alternatif melalui pemberitaan yang menyejukkan, guna mencegah munculnya konten provokatif yang dapat memicu kerusuhan.

“Dengan tagar Jaga Indonesia, Jaga Tulungagung, kami bersinergi bersama teman-teman jurnalis. Diawali dengan Apel Kebangsaan Jaga Indonesia, Jaga Tulungagung, kami membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” jelasnya.
Kapolres yang sebelumnya banyak bertugas di Mabes Polri itu meyakini, langkah tersebut mampu mendorong masyarakat yang selama ini menjadi silent majority untuk bersuara dan menyampaikan pesan-pesan perdamaian.
Didukung peran aktif jurnalis, lanjut Taat Resdi, masyarakat akhirnya menunjukkan sikap tegas menolak anarki, karena pada dasarnya publik tidak menginginkan terjadinya kerusuhan.
Saat disinggung mengenai prioritas kebijakan dalam memimpin Polres Malang, AKBP Taat Resdi menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan analisis situasi di lapangan. Menurutnya, setiap program harus berangkat dari fakta lapangan serta kajian terhadap data dan dinamika sebelumnya.
“Program apa pun harus diawali dengan pemahaman kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



