Kesiapan Mujahadah Kubro 1 Abad NU Capai 95 Persen, Gubernur Jatim Ingin Gebyar Terasa Lahir dan Batin
Kesiapan pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana Kota Malang pada 7-8 Februari 2026 mendatang telah mencapai 95 persen.
MALANG – Kesiapan pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana Kota Malang pada 7-8 Februari 2026 mendatang telah mencapai 95 persen.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, usai peninjauan langsung mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (4/2/2026) malam.
Maskuri menegaskan, seluruh aspek utama penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari keamanan, fasilitas sarana dan prasarana, hingga petugas lapangan.
“Kami sudah mempersiapkan segala hal terkait Mujahadah Kubro ini. Mulai keamanan, fasilitas, sarana prasarana, petugas, hingga sinkronisasi antar unsur sudah dilakukan,” ujar Maskuri, Rabu (4/2/2026).
Ia juga mengapresiasi peran Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat sebagai ketua panitia lokal yang dinilai sangat maksimal dalam menggerakkan seluruh elemen pendukung kegiatan.
“Peran Pak Wali Kota Malang luar biasa. OPD terkait digerakkan semua, bahkan melibatkan Kota Batu dan Kabupaten Malang,” katanya.
Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari unsur TNI dan Polri. Keterlibatan Polda Jawa Timur serta Pangdam V Brawijaya disebut menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan dan kelancaran acara berskala besar tersebut.
Tak hanya itu, dukungan lintas elemen masyarakat turut menguatkan pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Maskuri menyebut partisipasi berbagai organisasi keagamaan sebagai wujud kebersamaan dan toleransi.
“Dukungan masyarakat luar biasa. Gereja-gereja mendukung, Muhammadiyah mendukung, dan semua organisasi mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sejumlah catatan positif. Salah satunya terkait penguatan simbol dan visualisasi acara agar kemeriahan Mujahadah Kubro semakin terasa.
“Ibu Gubernur ingin bagaimana gebyarnya Mujahadah ini benar-benar terasa. Simbol-simbol perlu dilengkapi, dan ini hal yang sangat positif agar Mujahadah ini terasa lahir dan batin,” jelas Maskuri.
Terkait kesiapan teknis, Maskuri menyebut masih ada beberapa perlengkapan yang belum tiba, seperti tenda, namun dipastikan akan segera terpenuhi.
“Yang belum datang hanya beberapa item seperti tenda. Insyaallah mulai besok sudah datang,” imbuhnya.
Sementara itu, antisipasi terhadap faktor cuaca juga telah disiapkan dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta dukungan dari unsur keagamaan.
“Antisipasi cuaca sudah kami siapkan, baik dari BMKG maupun dari unsur agama,” pungkasnya.
Sebagai informasi, gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad NU ini akan terpusat di Stadion Gajayana Kota Malang. Kegiatan yang digelar pada 7-8 Februari 2026 mendatang ini, diperkirakan bakal diikuti sekitar 100 ribu jemaah dari seluruh Indonesia.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



