Jangan Main-main Maling di Gedung Parkir Kayutangan Malang, 30 CCTV Siap Memantau 24 Jam
TIMES Malang/Layar pantauan CCTV 24 jam di gedung parkir Kayutangan Malang. (FOTO: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Jangan Main-main Maling di Gedung Parkir Kayutangan Malang, 30 CCTV Siap Memantau 24 Jam

Aksi pencurian helm di Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang, terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.55 WIB.

TIMES Malang,Selasa 3 Februari 2026, 13:51 WIB
44.9K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGAksi pencurian helm di Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang, terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 14.55 WIB.

Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pelaku beraksi seorang diri dengan berpura-pura sebagai pengendara yang sedang mencari kendaraannya.

“Pelaku masuk melalui pintu depan, lalu berjalan mondar-mandir seolah mencari motor. Untuk mengelabui petugas dan pengunjung, pelaku juga berpura-pura menelepon,” ujar Rahmat, Selasa (3/2/2026).

Setelah memastikan kondisi aman, pelaku mendatangi salah satu sepeda motor dan mengambil helm berwarna hitam yang diletakkan di spion. Usai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan area gedung parkir.

“Pelaku mengambil helm dan langsung keluar dari gedung parkir. Semua pergerakannya terekam CCTV,” ungkapnya.

Rahmat menyebutkan, keterbatasan jumlah personel membuat tidak seluruh sudut area dapat dijaga secara langsung. Namun, untuk mengantisipasi tindak kriminal, pengelola telah memasang kamera CCTV di 30 titik strategis di seluruh area gedung parkir.

“Kami memang tidak bisa memantau satu per satu secara langsung, tetapi seluruh area sudah terpasang 30 CCTV dan nyala 24 jam. Jadi, saat kejadian, semua aktivitas pelaku terekam, mulai masuk hingga keluar,” terangnya.

Ia menambahkan, pencurian helm tersebut bukan kejadian pertama. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi saat masa sosialisasi operasional Gedung Parkir Kayutangan pada awal Januari 2026.

“Untuk kejadian pertama, korban melapor ke kepolisian dan pelaku berhasil ditangkap di wilayah kabupaten. Sementara untuk kejadian kedua ini, kami sudah memfasilitasi korban untuk melapor, namun yang bersangkutan memilih tidak melanjutkan ke proses hukum,” tuturnya.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, Dishub Kota Malang akan memperketat pengamanan, khususnya pada akses masuk dan keluar gedung parkir. Selain itu, pengawasan oleh petugas juga akan dimaksimalkan.

“Sistem kerja kami dibagi dalam tiga shift. Pada siang hari ada lima personel, malam hari enam personel. Khusus akhir pekan atau malam Minggu, jumlah petugas bisa ditambah hingga 10 personel,” bebernya.

Rahmat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengamankan barang bawaan masing-masing saat memarkir kendaraan.

“Kami hanya bertanggung jawab atas kehilangan sepeda motor, bukan barang bawaan. Namun, bagi pengunjung yang ingin menitipkan helm atau barang lainnya, kami sudah menyediakan tempat penitipan lengkap dengan petugas,” pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi