Mahasiswa UIN Maliki Malang Temukan Kehangatan Islam di Kanazawa
TIMES Malang/Masjid Umar bin Al-Khattab Kanazawa, Jepang. (FOTO: Khairur Azhan via google maps)

Mahasiswa UIN Maliki Malang Temukan Kehangatan Islam di Kanazawa

Mahasiswa KKM Internasional UIN Maliki Malang menemukan kehangatan spiritual dan solidaritas Islam global di Masjid Umar bin Al-Khattab Kanazawa, Jepang.

TIMES Malang,Rabu 4 Februari 2026, 18:20 WIB
8.2K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

TIMESINDONESIADi tengah dinginnya Negeri Sakura, terlihat sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional 2026 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang). Mereka yang tergabung dalam Tim Kirana Nagisa itu tengah melakukan kunjungan edukatif dan menemukan kehangatan spiritual di Kota Kanazawa, tempat dimana mayoritas masyarakatnya beragama non muslim. 

Bagi mereka, Masjid Umar bin Al-Khattab Kanazawa adalah masjid satu-satunya di sana. Tidak berdiri pada kemegahan, tetapi menebarkan kehangatan di tengah dinginnya Jepang. Kehangatan tersebut tidak hanya bersumber dari muslim lokal di sana, tetapi muslim seluruh dunia yang menjadikan masjid tak sekadar tempat beribadah. Masjid jadi tempat berkumpul dan mempersatukan umat muslim seluruh penjuru dunia. Mayoritas berasal dari Indonesia, Asia Selatan, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. 

Meskipun minoritas, muslim Jepang menunjukkan perannya dalam mengelola masjid dengan menjaga keberlangsungan serta dinamika aktivitas di masjid. 

Masjid Kanazawa dikelola oleh Ishikawa Muslim Society (IMS), sebuah komunitas muslim internasional yang dikelola oleh para muslim asal Pakistan, Mesir, Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Jepang, dan negara lainnya. Pengelolaan ini dilakukan secara disiplin dan transparan serta memiliki aturan yang dipublikasi melalui laman resmi masjid guna menunjang keamanan dan kenyamanan jemaah. 

Masjid yang dikelola secara swadaya oleh saudara muslim di sana mengharuskan anggota IMS untuk memberikan sedekah rutin guna mendukung operasional dan kebutuhan masjid. Tak hanya itu, demi terselenggaranya kehidupan yang harmonis dengan warga sekitar yang mayoritas non muslim, dibuatkan pula nota kesepahaman sebagai komitmen bersama. 

Kunjungan tim KKM UIN Maliki Malang didampingi oleh Ustadz Ilyas Maulana, pendakwah asal Purworejo sekaligus alumni Darul Uloom Zakariyya Afrika Selatan bersama Miss Hikmah, seorang warga Indonesia yang menetap di Jepang dan terlibat langsung dalam pembangunan masjid. Para mahasiswa mendapatkan pembelajaran terkait sejarah pendirian masjid, peran strategis, serta sistem pengelolaan kolektif masjid. 

Kehangatan spiritual yang dirasakan para mahasiswa semakin lengkap ketika mereka mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dari anak-anak yang menjaga hafalan. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan momen penuh kasih dari tempat dengan muslim minoritas. 

Tak hanya itu, pada momen sholat jumat, jemaah yang hadir bisa mencapai seratus orang, dimana mayoritas berasal dari komunitas muslim multinasional. Perbedaan latar belakang para jamaah justru menghadirkan atmosfer islam yang inklusif dan penuh dengan solidaritas. 

Para mahasiswa tersebut justru mendapatkan perspektif baru, bahwa dimana muslim minoritas justru memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Mereka tidak hanya mendapatkan catatan akademik yang tekstual, tetapi pulang dengan membawa pengalaman spiritual dan solidaritas yang kental. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Tim Redaksi