Mahasiswa KKN FVUB Ciptakan Inovasi Gerabah Kampung Klojen
Mahasiswa KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya menghadirkan inovasi gerabah di Kampung Gerabah Klojen, Malang, guna menjaga warisan budaya dan mendorong regenerasi perajin muda.
MALANG – Mahasiswa KKN Kelompok 2.05 Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (FVUB) menghadirkan inovasi gerabah bersama warga Dusun Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, kawasan yang selama ini dikenal sebagai Kampung Gerabah.
Hal tersebut sebagai sarana untuk memperkenalkan kembali warisan budaya yang saat ini sudah hampir punah karena tidak adanya regenerasi.
Saat ini hanya tersisa tiga perajin gerabah di kelurahan tersebut dan semuanya sudah berusia lanjut. Padahal kawasan ini merupakan sarana produksi, edukasi, dan wisata gerabah yang berbasis kearifan lokal.
Camat Klojen, Willstar Taripar menjelaskan bahwa gerabah merupakan identitas dan kerajinan yang unik, sehingga ia ingin mengubah pandangan kuno mengenai gerabah menjadi sesuatu barang yang tidak biasa.
Ia juga memberikan apresiasi secara penuh dan rasa terima kasih karena program ini sangat membantu dan memberikan dampak kepada masyarakat. Selanjutnya, camat Klojen tersebut akan mengembangkan lebih lanjut dan mengkomunikasikan ide inovatif ini bersama para perajin gerabah di sana.

“Selanjutnya tinggal mengkomunikasikan bersama pengrajin, bagaimana cara menambah nilai jual gerabah tanpa meninggalkan karakternya,” tutunya dalam acara Gelar Karya KKN FVUB, Kamis (5/2/2026).
Guna menarik perhatian generasi saat ini, dua belas anggota tim tersebut memiliki beberapa inovasi terhadap gerabah supaya model dan desainnya tidak monoton. Mereka mengambil bentuk dan nama unik seperti owl pottery yaitu gerabah vas bunga berbentuk burung hantu, atau beach pottery yaitu gelas dengan desain pantai yang lucu. Mereka juga membuat gerabah yang difungsikan sebagai tempat lampu, asbak, keychain dan lainnya yang memiliki desain menarik.
Tim yang dipimpin oleh Bimantara Aditya tersebut juga memadukan berbagai warna untuk mengecat gerabah hingga membentuk gradasi yang harmonis dan indah.
“Kita menginovasikan ini untuk bisa dilirik generasi muda saat ini, supaya ada pengrajin gabah dari kalangan anak muda,” tutur Ketua kelompok 2.05 KKN FVUB tersebut.
Ia menambahkan, saat ini gerabah tidak hanya dipandang berdasarkan fungsinya, tetapi juga estetika bentuknya. Maka dari itu, tim KKN FVUB ini berhasil menginovasikan bentuk-bentuk gerabah menjadi lebih unik. Tak lupa pula mereka menyisipkan makna filosofi dan nama dari masing-masing karya.
Tak hanya memberikan inovasi terhadap gerabah, tim KKN FVUB juga membuat kebutuhan branding kelurahan seperti company profile, SOP kampung, hingga mengadakan workshop membuat gerabah. Mereka juga berhasil menggelar workshop di CFD Ijen beberapa waktu yang lalu, dimana mengajak pengunjung untuk merasakan langsung membuat gerabah dan hasilnya dapat dibawa pulang.
Rencananya, inovasi ini akan terus dikembangkan dan diharapkan bisa menarik perhatian investor supaya gerabah bisa dikenal lebih banyak orang. Ia juga berharap akan munculnya regenerasi dari kalangan muda yang akan melanjutkan sebagai pengrajin gerabah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



