Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Jemaah Dibagi 9 Zona untuk Antisipasi Kepadatan
TIMES Malang/Panggung utama Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang mulai didirikan. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)

Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Jemaah Dibagi 9 Zona untuk Antisipasi Kepadatan

Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang membagi kedatangan jemaah ke dalam sembilan zona untuk mengantisipasi kepadatan. Kesiapan panggung dan manajemen arus jemaah di Stadion Gajayana hampir rampung.

TIMES Malang,Rabu 4 Februari 2026, 16:10 WIB
33.5K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGPanitia Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan menjelang acara puncak yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang. Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah, memastikan kesiapan teknis hingga manajemen arus jemaah hampir rampung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah peralatan, khususnya untuk panggung utama, mulai dipasang di area dalam Stadion Gajayana, Rabu (4/2/2026). KH Isroqunnajah yang akrab disapa Gus Is juga memantau langsung proses pemasangan tersebut.

Gus Is menyampaikan bahwa pembangunan panggung utama ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Sementara itu, instalasi lighting, sound system, dan videotron disebut hampir tuntas.

“Untuk panggung insyaallah besok sudah ready semua. Lighting, sound system, dan videotron juga hampir selesai,” ujar Gus Is, Rabu (4/2/2026).

Untuk mengantisipasi kepadatan jemaah dan kemacetan lalu lintas, PCNU Kota Malang membagi kedatangan jemaah dari 45 PCNU kabupaten/kota se-Jawa Timur ke dalam sembilan zona. Skema tersebut disusun melalui koordinasi intensif dengan seluruh PCNU, termasuk melalui rapat daring.

Jemaah dari arah barat diarahkan masuk melalui Kota Batu dan Kabupaten Malang, dengan titik tunggu di kawasan Pujon dan Jalan Sultan Agung, Kota Batu. Sementara itu, jemaah dari arah utara, termasuk Lawang, disiapkan titik standby khusus. Adapun jemaah yang datang melalui jalan tol diminta menunggu di rest area sebelum memperoleh izin masuk ke Kota Malang.

Untuk jemaah dari arah selatan, seperti Kepanjen dan Bululawang, serta dari Dampit dan Lumajang, panitia meminta agar mengikuti jadwal masuk kota. Mereka akan diarahkan langsung oleh Dinas Perhubungan menuju drop zone yang telah ditentukan.

“Drop zone utama berada di kawasan Tugu Balai Kota. Setelah itu jemaah akan transit sementara di beberapa titik, seperti SMA Tugu, Masjid Jami’, dan Masjid Khadijah, sebelum diarahkan oleh LO untuk masuk ke area stadion,” ungkapnya.

Gus Is memaparkan, jumlah jemaah dari Kota Malang diperkirakan maksimal 5.000 orang. Dari Kota Batu sekitar 5.000 orang, Kabupaten Malang 15.000 orang, Kota Blitar 3.000 orang, serta Kabupaten Blitar sekitar 5.000 orang.

“Blitar juga memiliki venue sendiri untuk rangkaian Harlah NU hingga 7 Februari di Kampung Coklat. Di sana digelar pameran UMKM, halal food, dan berbagai kegiatan santri,” imbuhnya.

Rangkaian Mujahadah Kubro 1 Abad NU akan berlangsung pada 7–8 Februari 2026. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan selawat hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, dilanjutkan khatmil Qur’an, pembacaan ijazah doa para kiai sepuh, salat Subuh berjemaah, serta selawatan bersama Syubbanul Muslimin dan Gus Azmi.

“Setelah itu dilanjutkan istigasah atau mujahadah doa bersama, kemudian seremoni sambutan Ketua PWNU, Gubernur, hingga Presiden RI jika hadir. Estimasi acara selesai sekitar pukul 09.00 WIB, namun kepadatan lalu lintas diperkirakan baru terurai hingga sore hari,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi