Cuaca Ekstrem Bayangi Mujahadah 1 Abad NU, Ratusan Tenda Relawan Siaga di Kota Malang
TIMES Malang/Suasana posko relawan di Jalan Ijen, untuk Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang.

Cuaca Ekstrem Bayangi Mujahadah 1 Abad NU, Ratusan Tenda Relawan Siaga di Kota Malang

Antisipasi cuaca ekstrem saat Mujahadah 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malamg, relawan dan Pemda Malang Raya sudah mulai mendirikan posko di berbagai titik strategis.

TIMES Malang,Jumat 6 Februari 2026, 14:25 WIB
58.2K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGDi tengah peringatan dini cuaca ekstrem, yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, kesiapan infrastruktur pendukung bagi jemaah Mujahadah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) terus diperkuat. Sudah banyak tenda posko berdiri.

Pantauan TIMES Indonesia di lapangan, menunjukkan ratusan tenda telah berdiri di berbagai titik strategis di sekitar Stadion Gajayana dan pusat kota, Jumat (6/2/2026). Mulai dari Jalan Ijen hingga banyak di banyak titik lainnya.

​Tenda-tenda tersebut didirikan melalui kolaborasi masif antara relawan, panitia lokal, serta jajaran Pemerintah Daerah di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). 

article

Keberadaan tenda ini diproyeksikan sebagai zona penyangga (buffer zone) bagi jemaah yang membutuhkan tempat berteduh maupun layanan kesehatan darurat serta konsumsi lainnya, seperti air minum.

Seperti tenda yang disiapkan di Jalan Ijen oleh TIMES Indonesia. "Kami memendirikan tenda atau posko, yang menyediakan air mineral. Kami siapkan ribuan botol air mineral untuk jemaah yang hadir," jelas Imaduddin Muhammad, koordinator posko relawan TIMES Indonesia, Jumat (6/2/2026).

​Sinergi Relawan dan Pemda Malang Raya

​Langkah taktis pendirian tenda atau posko relawan ini, merupakan respon cepat atas prediksi BPBD Kota Malang dan relawan, untuk kenyamanan para jamaah. Diketahui, akan ada potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Lowokwaru hingga merata ke seluruh kecamatan di Kota Malang sampai sore hari, Jumat (6/2/2026).

​"Tenda-tenda ini disiagakan sebagai posko multifungsi. Selain sebagai tempat istirahat jemaah, juga berfungsi sebagai posko medis dan pusat informasi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," ungkap informaai yang sebar BPBD Kota Malang, melalui akun resmi media sosialnya.

​Kehadiran posko-posko ini juga menjadi sangat krusial mengingat potensi arus jemaah yang terus akan mengalir deras menuju Stadion Gajayana, Kota Malang.

​Jamaah Diimbau Jaga Diri dan Bisa Bawa Logistik Sendiri

​Meskipun tenda-tenda darurat telah tersedia di banyak titik, BPBD Kota Malang dan panitia tetap mengimbau jemaah untuk membawa perlengkapan pelindung mandiri. Hal ini penting untuk mobilitas jemaah saat berada di dalam area terbuka stadion Gajayana yang tidak terjangkau tenda peneduh.

​Jemaah diharapkan tetap sedia:

​Alat Pelindung Hujan: Jas hujan atau payung untuk antisipasi hujan mendadak. ​Kesehatan Fisik. Jaket tebal dan obat-obatan pribadi bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

​Kewaspadaan Lalu Lintas: Menghindari parkir di bawah pohon besar atau baliho mengingat adanya potensi angin kencang sesaat.

​Seiring dengan berdirinya tenda-tenda di bahu jalan tertentu, kepadatan lalu lintas di sekitar pusat Kota Malanh, kini mulai terpantau meningkat tajam. 

​Masyarakat umum diimbau, nantinya untuk memaklumi adanya penyempitan jalur di beberapa titik posko relawan dan disarankan mencari rute alternatif jika ingin melintasi area tengah kota Malang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi