Hujan di Stadion Gajayana Malang Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Penjual Mantel  Ketiban Berkah
TIMES Malang/FOOTO A dan B: Para penjual mantel kresek saat menjualkan kepada para jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Hujan di Stadion Gajayana Malang Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Penjual Mantel Ketiban Berkah

Hujan mengguyur Stadion Gajayana jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU, membuat mantel kresek laris manis bagi pedagang musiman di Malang.

TIMES Malang,Sabtu 7 Februari 2026, 20:00 WIB
69.8K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGJelang dimulainya gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang berpusat di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (7/2/2026), sekitaran lokasi kini tengah diguyur hujan yang cukup lebat. Kondisi ini, membuat para penjual mantel kresek ketiban berkah.

Salah satunya dirasakan Hendrik, pedagang musiman asal Sumberpucung, Kabupaten Malang. Ia mengaku awalnya hanya berjualan alas duduk. Namun, melihat cuaca yang tidak menentu, Hendrik memutuskan membawa mantel kresek sebagai langkah antisipasi.

“Saya awalnya jualan alas duduk, tapi karena musim hujan jadi berjaga-jaga juga jual mantel kresek. Alhamdulillah dari sore tadi hujan, jadi laku jualan saya,” ujar Hendrik, Sabtu (7/2/2026).

Dalam waktu kurang dari satu jam, 11 mantel kresek berhasil terjual dari total 24 buah yang ia bawa. Menurutnya, hujan membuat jemaah berbondong-bondong membeli mantel meski berbahan sederhana.

“Tadi bawa 24 biji, alhamdulillah sudah laku 11 belum satu jam. Nanti kalau habis, saya ambil lagi ke tempat istri yang sedang berteduh dan bawa stok barang,” ungkapnya.

article

Hendrik menjual satu mantel kresek seharga Rp10.000. Ia menyebut harga tersebut masih terjangkau bagi jemaah yang membutuhkan perlindungan dari hujan.

“Harganya Rp10 ribu per buah, tidak terlalu mahal. Harga dari tengkulak Rp7 ribu, jadi ambil untung juga tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Berkah serupa juga dirasakan Mursini, penjual mantel kresek hujan asal Kecamatan Klojen, Kota Malang. Ia mengaku sudah terbiasa berjualan saat acara-acara besar, terutama kegiatan keagamaan.

“Saya memang jualan kalau ada acara besar, seperti pengajian atau haul. Biasanya jual alas duduk dan jas hujan kalau musim hujan seperti ini,” kata Mursini.

Menurut Mursini, Mujahadah Kubro 1 Abad NU kali ini terbilang ramai dan berdampak langsung pada penjualannya. Hingga sore hari, ia sudah menjual 17 jas hujan dengan harga Rp10.000 per buah.

“Alhamdulillah sudah laku 17 biji. Banyak yang beli ibu-ibu dan bapak-bapak dari rombongan,” tuturnya.

Bahkan, salah satu rombongan jemaah dari luar daerah membeli jas hujan dalam jumlah cukup banyak.

“Tadi ada rombongan dari Kediri yang memborong sembilan biji,” tandasnya.

Sebagai informasi, Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni 7–8 Februari 2026, dan rencananya bakal dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran menteri, serta sejumlah tokoh agama nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi