Simfoni Toleransi di Bumi Arema: Muhammadiyah dan Gereja Sambut 1 Abad NU
TIMES Malang/Toleransi umat beragama, Muhammadiyah Kota Malang membuka posko pendukung di kawasan Masjid Ki Ageng Gribig untuk menyukseskan Harlah 1 Abad NU.

Simfoni Toleransi di Bumi Arema: Muhammadiyah dan Gereja Sambut 1 Abad NU

Peringatan 1 Abad NU di Kota Malang, menjadi potret indah bertoleransi. Warga Muhammadiyah hingga jemaah Gereja bergotong royong menyambut 200 ribu jemaah Mujahadah 1 Abad NU.

TIMES Malang,Sabtu 7 Februari 2026, 12:36 WIB
67.6K
Y
Yatimul Ainun

MALANGDi tengah riuhnya persiapan menyambut 200 ribu jemaah Mujahadah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, sebuah narasi menyejukkan muncul dari sudut-sudut Kota Malang.

Peringatan satu abad organisasi Islam terbesar di dunia ini, tidak hanya menjadi hajatan kaum Nahdliyin, melainkan bertransformasi menjadi panggung pembuktian kedewasaan toleransi lintas organisasi dan agama.

​Pemandangan mencolok terlihat di kawasan Jalan Ijen, semua Gereja di Kota Malang dan di Jalan Ki Ageng Gribig, Kelurahan Madyopuro. Di lokasi ini, sebuah spanduk besar berdiri tegak, menampilkan logo Matahari bersinar milik Muhammadiyah bersanding harmonis dengan logo Bumi terikat tali jagat milik Nahdlatul Ulama. 

Di sana, wajah dua sang pencerah bangsa, KH Ahmad Dahlan dan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari, ditampilkan dalam satu bingkai, mengirimkan pesan persaudaraan yang kuat. Ini suasana perayaan 1 Abad NU tahun 2026 di Kota Malang.

​Manifestasi Kerukunan Organik di Kota Malang

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kampung Gribig Religi, Agus Achmad Saikhu, mengungkapkan bahwa kehadiran atribut dukungan dari warga Muhammadiyah memberikan atmosfer kesejukan di tengah masyarakat.

​"Melihat spanduk itu rasanya adem dan bangga. Ini adalah wujud nyata implementasi bermasyarakat, beragama, dan bernegara. Ada pesan kuat tentang harmonisasi keagamaan dalam menyambut Harlah Mujahadah 1 Abad NU di Kota Malang," ujar Saikhu, Sabtu (7/2/2026).

​Langkah ini dinilai sebagai diplomasi akar rumput yang melampaui sekat-sekat organisasi. Keberadaan spanduk di wilayah Masjid Ki Ageng Gribig tersebut, bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pengakuan atas jasa besar NU dalam perjalanan satu abad membangun peradaban Indonesia.

​Kolaborasi Lintas Iman: Gereja Turut Melayani

article

Fenomena unik lainnya muncul dari komunitas Kristiani di Kota Malang. Pantauan TIMES Indonesia, seluruh gereja di penjuru Kota Malang, terlihat sangat aktif berpartisipasi dengan menyiapkan konsumsi berupa nasi, roti, hingga air mineral bagi para jemaah Mujahadah 1 Abad NU. 

Aksi gotong royong ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) telah mendarah daging di Bumi Arema.

​Kesiapan sebagai tuan rumah juga diperkuat dengan dukungan birokrasi lokal di Malang Raya. Kelurahan Madyopuro telah menyiagakan anggota Linmas di kompleks Pesarean Ki Ageng Gribig untuk melayani jemaah yang hendak melakukan ziarah di sela-sela agenda Mujahadah Kubro 1 Abad NU.

​"Kita tunjukkan bahwa Kota Malang adalah tuan rumah yang baik. Semangat saling membantu ini bukan karena instruksi, tapi lahir dari kesadaran kolektif sebagai sesama warga bangsa," tambah Saikhu.

​Momentum 1 Abad NU di Malang ini pada akhirnya menjadi preseden penting. Di tengah dinamika global, Kota Malang justru mengirimkan pesan ke dunia bahwa perbedaan teologis dan organisasi bukanlah penghalang untuk merajut tenun kebangsaan yang harmonis. "Hal ini harus terus dirawat di Indonesia," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yatimul Ainun
|
Editor:Tim Redaksi