Pengamanan Berlapis Malang Raya Disiapkan, Mujahadah Kubro 1 Abad NU Fokuskan Kenyamanan Jemaah
TIMES Malang/Suasana rapat koordinasi pengamanan Mujahadah Kubro 100 Tahun NU, oleh pihak PCNU Kabupaten Malang. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

Pengamanan Berlapis Malang Raya Disiapkan, Mujahadah Kubro 1 Abad NU Fokuskan Kenyamanan Jemaah

Panitia Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU menyiapkan pengamanan berlapis dengan melibatkan 2.000 Banser dan 500 Pagar Nusa di berbagai titik strategis Malang Raya demi menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah.

TIMES Malang,Rabu 4 Februari 2026, 18:36 WIB
36.7K
K
Khoirul Amin

MALANGPanitia pelaksana Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 menyiapkan sistem pengamanan berlapis demi memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama kegiatan berlangsung di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Ribuan personel pengamanan dari unsur Banser dan Pagar Nusa diterjunkan secara terstruktur dan tersebar di berbagai titik strategis Malang Raya. Skema ini dirancang untuk mengawal pergerakan jemaah sejak memasuki wilayah Kota Malang hingga kembali ke daerah asal masing-masing.

Koordinator Keamanan Mujahadah Kubro, Husnul Hakim MH., menjelaskan panitia menyiapkan sekitar 2.000 personel Banser yang akan bertugas sepanjang rangkaian acara. Mereka berasal dari Banser Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

“Pengamanan ini kami siapkan agar jemaah bisa mengikuti Mujahadah Kubro dengan khidmah, rasa aman, dan tenang. Sejak masuk kota, berada di lokasi, hingga kepulangan jemaah,” ujar Husnul.

Pengamanan tidak hanya difokuskan di area Stadion Gajayana. Personel Banser ditempatkan di pintu-pintu masuk Kota Malang, seperti simpang Gadang dan Kacuk dari arah selatan, Exit Tol Singosari, Lawang, serta kawasan Sawojajar Kedungkandang dari arah utara. Sementara dari barat, pengamanan dilakukan di wilayah Dau dan Sengkaling.

Selain itu, Banser juga disiagakan di drop zone rombongan jemaah, area transit, lokasi parkir bus dan kendaraan pribadi, hingga pintu masuk dan area dalam stadion.

Untuk memperkuat pengamanan, panitia turut melibatkan 500 personel Pagar Nusa dari Malang Raya. Kehadiran unsur bela diri NU ini difokuskan untuk menjaga stabilitas keamanan, terutama dalam pengawalan ulama dan kiai yang hadir.

“Kami juga menerjunkan pasukan inti Pagar Nusa yang memiliki tugas khusus dalam pengamanan para ulama dan kiai. Ini bagian dari ikhtiar memastikan seluruh rangkaian Mujahadah Kubro berjalan tertib dan aman,” kata Husnul.

Panitia menegaskan, pola pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen NU untuk menghadirkan peringatan satu abad yang tidak hanya khidmah secara spiritual, tetapi juga tertib, ramah, dan memberi rasa aman bagi seluruh jemaah.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Khoirul Amin
|
Editor:Tim Redaksi