Mahasiswa Polinema Mundur dari BEM Usai Diduga Curi Helm Saat Bubaran Konser
TIMES Malang/Nampak depan gerbang pintu masuk kampus Polinema Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Mahasiswa Polinema Mundur dari BEM Usai Diduga Curi Helm Saat Bubaran Konser

Mahasiswa Polinema berinisial RHM akhirnya mengundurkan diri dari fungsionaris BEM dan pencalonan presiden BEM, setelah viral diduga mencuri helm.

TIMES Malang,Rabu 25 Februari 2026, 11:51 WIB
2.4K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MalangMahasiswa Polinema berinisial RHM akhirnya mengundurkan diri dari fungsionaris BEM dan pencalonan presiden BEM. Pengunduran diri ini dilakukan, setelah dirinya viral dipergoki masyarakat diduga mencuri helm usai bubaran konser di kawasan Sudimoro, Kota Malang, pada Minggu (8/2/2026) lalu.

Wakil Direktur Bidang III Politeknik Negeri Malang (Polinema) periode 2025–2029, Pipit Wahyu Nugroho mengatakan, pihaknya sudah melakukan investigasi internal dan memanggil yang bersangkutan serta seluruh pengurus BEM Polinema.

Dalam hasil investigasi internal, Polinema memastikan bahwa sosok yang terekam dalam video dan beredar di media sosial tersebut benar merupakan mahasiswa Polinema inisial RHM. Yang bersangkutan juga diketahui sebagai salah satu fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinema.

“Iya benar bahwa yang beredar di media sosial itu mahasiswa kami,” ujar Pipit, Rabu (25/2/2026).

Berdasarkan pengakuan mahasiswa tersebut, helm yang terbawa bukan diambil secara sengaja. Ia mengaku tidak menyadari helm tersebut berada di atas sepeda motornya dan mengira helm itu milik temannya yang datang bersama saat menonton konser musik di kawasan Sudimoro.

“Dari hasil klarifikasi, yang bersangkutan menyampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan kekeliruan dan bukan tindakan yang disengaja,” ungkapnya.

Meski demikian, peristiwa tersebut menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, mahasiswa yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatan fungsionaris BEM Polinema sekaligus menarik diri dari pencalonan Presiden BEM.

Pipit menegaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di luar area kampus dan bukan merupakan kegiatan resmi Polinema. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara internal oleh pihak kampus.

“Karena peristiwa terjadi di luar kampus dan bukan agenda Polinema, maka investigasi kami lakukan secara internal,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria menjadi bulan-bulanan oleh masyarakat setelah aksinya gagal karena ketahuan diduga mencuri helm dan terjebak macet usai bubaran konseri, Minggu (8/2/2026) lalu. 

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak seorang pemuda berkaos merah mengendarai sepeda motor matic sambil tertunduk lesu dan berulang kali menutup wajahnya dari sorotan kamera warga.

Alih-alih bisa melarikan diri, pemuda yang diduga pelaku pencurian helm itu justru terjebak di tengah lautan kendaraan yang tak bergerak. Kemacetan total di Jalan Sudimoro terjadi akibat bubaran ribuan penonton konser yang memadati kawasan tersebut.

Kondisi jalan yang terkunci membuat pemuda itu tak berkutik ketika pemilik helm dan warga sekitar menyadari dugaan aksinya. Tanpa celah untuk kabur, ia hanya bisa terduduk di atas motornya sambil dikerumuni massa yang emosi sekaligus heran dengan nekatnya aksi tersebut.

Menariknya, warga tidak melakukan tindakan anarkis. Sebaliknya, sanksi sosial justru menjadi “hukuman” yang harus diterima terduga pelaku. Dalam video yang beredar, terdengar sorakan massa yang mengejek sambil melontarkan teriakan bernada sindiran.

“Ya nangis… ya nangis…!” teriak warga serempak saat melihat pemuda itu menutupi wajahnya karena malu.

Beberapa warga juga terdengar melontarkan sindiran dalam bahasa Jawa.
“Lagi macet-macet ngene kok nyolong helm, goblokmu lho,” ujar salah satu warga dalam rekaman video tersebut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio