Rekayasa Lalu Lintas Harlah 1 Abad NU di Malang, 12 Ruas Jalan Ditutup

Rekayasa Lalu Lintas Harlah 1 Abad NU di Malang, 12 Ruas Jalan Ditutup

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan dan penutupan sejumlah ruas jalan demi kelancaran Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana.

TIMESINDONESIA/Rizky Kurniawan Pratama
TIMES Malang,31 Januari 2026, 11:40 WIB
34.7K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGDinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan dan penutupan sejumlah ruas jalan demi kelancaran Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Forum Lalu Lintas. Total terdapat 12 ruas jalan di sekitar Stadion Gajayana yang akan dialihkan maupun ditutup sementara selama kegiatan Harlah 1 Abad NU berlangsung.

“Betul, ada 12 ruas jalan yang dilakukan pengalihan dan penutupan. Seperti Jalan Kawi, Jalan Ijen hingga Kawi ujung, kemudian Jalan Semeru, Jalan Retawu, dan Jalan Wilis. Kendaraan tidak diperbolehkan melintas, kecuali untuk warga setempat,” ujar Widjaja, Sabtu (31/1/2026).

Secara rinci, ruas jalan yang akan diberlakukan pengalihan dan penutupan meliputi Jalan Besar Ijen, Jalan Retawu, Jalan Wilis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring.

Berdasarkan hasil rapat, penutupan dan pengalihan jalan akan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (7/2/2026) pukul 12.00 WIB hingga Sabtu (8/2/2026) pukul 20.00 WIB. 

Widjaja menjelaskan, durasi penutupan jalan tersebut mempertimbangkan arus kedatangan dan kepulangan jemaah yang membutuhkan waktu cukup panjang.

“Jumlah peserta diperkirakan mencapai 100 ribu orang dengan lebih dari 1.000 unit bus. Bahkan informasi yang kami terima, rombongan sudah mulai berdatangan lebih awal. Itu yang kami antisipasi,” jelasnya.

Selain kedatangan, arus kepulangan jemaah juga menjadi perhatian. Meski agenda kegiatan pada 8 Februari dijadwalkan selesai siang hari, Dishub memperkirakan arus keluar akan berlangsung hingga malam karena besarnya jumlah peserta.

“Kami juga mengantisipasi para tamu yang ingin berwisata di Kota Malang, baik ke pusat perbelanjaan, kawasan Kayutangan, maupun Alun-alun Merdeka yang baru direvitalisasi,” ungkapnya.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, sebanyak 2.708 personel gabungan akan diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Banser, serta relawan.

Selain itu, akan didirikan delapan pos pengamanan, pos layanan medis, dan pusat informasi di sejumlah titik strategis, yakni Simpang Tiga Talun, Simpang Tiga Hotel Tugu, Pintu Timur Stadion Gajayana, Sisi Barat Stadion Gajayana, Simpang Bromo–Semeru, Simpang Tiga Perpustakaan, Simpang Balapan, dan Simpang Tiga Malang Creative Center (MCC).

“Kami juga meminta pengawalan dari masing-masing Polres daerah asal jemaah, termasuk keterlibatan Banser untuk mendampingi rombongan di dalam bus,” katanya.

Dishub Kota Malang juga telah menyiapkan 33 titik parkir yang tersebar di berbagai lokasi. Sistem drop zone akan diterapkan agar bus tidak masuk ke area sekitar stadion. Setelah menurunkan jemaah, bus akan langsung menuju lokasi parkir yang telah ditentukan.

“Lokasi parkir yang disiapkan di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Polinema. Data sementara saja sudah tercatat sekitar 958 bus yang akan masuk ke Kota Malang,” tuturnya.

Saat ini, Dishub bersama instansi terkait juga menyiapkan skenario pengamanan apabila Presiden RI Prabowo Subianto hadir dalam kegiatan tersebut. Jika kehadiran RI-1 dipastikan, akan ada penyesuaian protokoler sesuai standar pengamanan nasional.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan Pemkot Malang berupaya meminimalisir dampak kegiatan akbar tersebut.

“Selama dua hari akan ada sekitar 100 ribu jemaah datang ke Kota Malang. Kami akan mengantisipasi sebaik mungkin, meski dampaknya tetap akan terasa. Kami mohon pengertian masyarakat dan memastikan seluruh aspek keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian,” pungkas Wahyu.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi