TIMES MALANG, MALANG – Di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Malang, Senin (19/1/2026) sore, seorang pria tampak duduk tenang di lorong rak buku salah satu toko buku Gramedia. Pria tersebut adalah Yanasijanto (61), warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, yang tetap setia merawat kebiasaan membaca di usia senja.
Yanasijanto, yang akrab disapa Yan, terlihat membuka lembar demi lembar buku anak-anak. Meski penglihatannya mulai menurun seiring bertambahnya usia, semangatnya untuk membaca tidak surut.
Yan mengaku kerap mengunjungi Gramedia hanya untuk membaca. Baginya, membaca merupakan cara untuk membuka wawasan dan memperoleh pengetahuan baru.
“Saya suka membaca karena senang bisa dapat ilmu baru,” ujarnya.
Ia mengatakan, membaca sudah menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Selain membaca di rumah, Yan kerap mendatangi toko buku ketika ingin mencari suasana baru atau menemukan bacaan berbeda.
“Saya selalu ke sini, siapa tahu ada buku baru yang bisa saya baca,” imbuhnya.
Yan mengaku menyukai berbagai jenis bacaan, terutama buku sejarah, dengan ketertarikan khusus pada sejarah Jawa. Latar belakangnya sebagai seniman lukis juga membuat aktivitas membaca memiliki peran penting dalam proses kreatifnya.
Menurut Yan, banyak ide dan makna dalam karya lukisnya terinspirasi dari buku-buku yang ia baca. Ia berusaha menuangkan pengetahuan tersebut ke dalam karya visual, sehingga lukisan yang dihasilkan tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat makna.
Ia juga menilai minat membaca saat ini mulai tergeser oleh media sosial. Banyak generasi muda dinilai lebih memilih menghabiskan waktu dengan menggulir video pendek dibanding membaca buku.
“Padahal membaca itu salah satu kunci untuk membuka pengetahuan,” katanya.
Sementara itu, Juna, salah satu karyawan Gramedia Malang, mengatakan pengunjung yang datang untuk membaca di tempat didominasi oleh kelompok usia 30 hingga 40 tahun, termasuk pengunjung lanjut usia.
“Kalau anak muda biasanya datang untuk membeli buku, seperti novel dan buku pengembangan diri yang paling laris,” ujarnya.
Selain membaca dan melukis, Yan juga aktif menulis puisi dan cerita pendek. Ketekunannya dalam berliterasi di usia lanjut menjadi gambaran bahwa semangat belajar tidak mengenal usia, sekaligus menjadi pengingat pentingnya budaya membaca di tengah arus digital saat ini. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Imadudin Muhammad |