Opening Ceremony 11th Brawijaya Choir Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Nasional
TIMES Malang/Pemukulan gong oleh Wakil Rektor III Universitas Brawijaya, Dr. Setiawan Noerdajasakti dalam Opening Ceremony 11th Brawijaya Choir Festival 2026 di Auditorium Brawijaya pada Rabu (4/2/2026). (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Opening Ceremony 11th Brawijaya Choir Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Nasional

Unit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya, Brawijaya Choir menyelenggarakan opening ceremony dalam 11th Brawijaya Choir Festival 2026.

TIMES Malang,Kamis 5 Februari 2026, 07:03 WIB
34.1K
M
Miranda Lailatul Fitria (MG)

TIMESINDONESIAUnit Aktivitas Paduan Suara Mahasiswa Universitas Brawijaya, Brawijaya Choir menyelenggarakan opening ceremony dalam 11th Brawijaya Choir Festival 2026. Acara ini berlokasi di Auditorium Brawijaya, pada Rabu (4/2/2026).

Mengusung tema “A Dream: A World of Symphony”, acara ini sebagai ajang kompetisi yang diadakan kembali secara anual oleh Brawijaya Choir setelah sempat vakum sejak 2022. Selain itu, acara ini juga sebagai wadah untuk berekspresi dan mengembangkan minat bakat sesuai bidang seni, terkhusus dalam paduan suara dan seni vokal lainnya.

“Acara ini juga sebagai sarana untuk mengembangkan SDM, terutama anak paduan suara di Indonesia,” ujar Hanan Shafiyah, ketua pelaksana Brawijaya Choir Festival 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat 14 kategori lomba tingkat nasional yang terbagi dalam sembilan kategori paduan suara dan lima kategori solo vokal. Kompetisi ini dapat diikuti mulai usia anak-anak hingga dewasa. Tak hanya itu, ada juga kompetisi paduan suara antar fakultas di UB.

Hal menarik lainnya yaitu delapan juri dalam perlombaan merupakan tokoh paduan suara nasional hingga internasional. Diantaranya seperti artis sekaligus penyanyi teater musikal,  Andrea Miranda, pelatih vokal dan konduktor Tedy Eka Supriyandi, penyanyi seriosa Joseph Kristianto, dan tokoh nasional lainnya. Serta tokoh internasional seorang profesor musikologi asal Filipina yaitu Arwin Q. Tan.

article

Terdapat juga penampilan teater singkat yang menyiratkan pesan bahwa jangan pernah takut dan ragu untuk memulai sesuatu. Menurut Hanah, teater tersebut mendorong untuk berani mencoba hal baru serta mewajarkan akan adanya kegagalan.

“Kadang kita takut akan melakukan sesuatu yang ujungnya tidak melakukan apa-apa, dari teater tersebut kita menyampaikan bahwa jangan pernah takut dan ragu untuk melangkah,” imbuh mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian tersebut.

Acara ini dihadiri jajaran rektorat Universitas Brawijaya, para tokoh paduan suara nasional dan internasional. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Brawijaya, Dr. Setiawan Noerdajasakti melalui pemukulan gong sebagai simbol dimulainya acara.

article

Terakhir, Hanan mengharapkan acara ini dapat menebar kehangatan dan sebagai tempat berkembang lebih jauh lagi bagi para pegiat paduan suara. 

“Semoga acara ini dapat menjadi ajang bertumbuh dan berkembangnya teman-teman PSM,” tutupnya. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Miranda Lailatul Fitria (MG)
|
Editor:Tim Redaksi