TIMES MALANG, MALANG – AKBP Danang Setiyo resmi berpamitan dari Kabupaten Malang dalam acara pisah sambut Kapolres Malang yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa malam (13/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Danang menyerahkan tongkat kepemimpinan Polres Malang kepada AKBP Muhammad Taat Resdi sebagai Kapolres Malang yang baru.
AKBP Danang Setiyo selanjutnya akan mengemban amanah baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya. Acara pisah sambut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri oleh berbagai elemen yang selama ini menjadi mitra kerja Polres Malang.
Sejumlah tokoh penting tampak hadir, di antaranya Bupati Malang HM Sanusi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Ali Muthohirin, Kapolresta Malang Kota Kombespol Putu Kholis Aryana, unsur Forkopimda, pengasuh pondok pesantren, pengusaha, perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, serta berbagai stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, AKBP Danang Setiyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin selama kurang lebih satu tahun masa tugasnya di Kabupaten Malang.
“Terima kasih atas kolaborasi dan kerja sama selama kurang lebih satu tahun ini,” ujar AKBP Danang.
Ia menegaskan bahwa selama bertugas, dirinya tidak pernah membawa kepentingan pribadi, melainkan sepenuhnya mengabdikan diri untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Malang Raya.
“Selama saya bertugas, tidak ada suatu kepentingan pribadi dari saya kecuali Kabupaten Malang dan Malang Raya, agar tetap tertib dan semakin makmur,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, AKBP Danang juga menyinggung komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan pasca Tragedi Kanjuruhan, khususnya dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan keluarga korban.
Ia turut mengenang kedekatannya dengan Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC dan manajemen klub, terutama saat Arema tidak memiliki homebase akibat renovasi Stadion Kanjuruhan. Kala itu, pengajuan penggunaan Stadion Soepriadi Blitar sempat menemui kendala.
AKBP Danang berperan sebagai mediator agar Panpel Arema dapat menjalin komunikasi dengan Kapolres Blitar. Upaya tersebut membuahkan hasil hingga akhirnya Arema FC dapat menggunakan Stadion Soepriadi sebagai kandang sementara.
“Mudah-mudahan ke depan, dengan adanya tol dan infrastruktur yang terus berkembang, cita-cita yang belum tercapai, seperti menggelar pertandingan tim nasional di Malang, bisa terwujud,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, AKBP Danang Setiyo juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama bertugas terdapat sikap atau kebijakan yang kurang berkenan.
“Saya mohon maaf apabila selama bertugas ada perilaku yang kurang berkenan,” tutupnya.

Sementara itu, AKBP Muhammad Taat Resdi diharapkan dapat melanjutkan dan memperkuat sinergi yang telah terbangun antara Polres Malang dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Malang.
Bupati Malang HM Sanusi dalam kesempatan itu juga mengucapkan banyak terima kasih kepada AKBP Danang yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi untuk Kabupaten Malang. Dia menyebut bahwa selama menjabat, AKBP Danang adalah sosok yang bisa mengayomi semua pihak.
"Malang benar-benar terayomi dan kondusif. Malang selalu mendapatkan penugasan orang yang hebat-hebat," kata Bupati. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |