Berita

Dilantik Jadi Rektor UMM, Nazaruddin Lanjutkan Program Pendahulu

Senin, 12 Februari 2024 - 18:27
Dilantik Jadi Rektor UMM, Nazaruddin Lanjutkan Program Pendahulu Rektor UMM periode 2024 -2028 Prof Nazaruddin yang dilantik pada Senin (12/2/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 2024-2028 Senin (12/2/2024). Dia dilantik oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Achmad Nurmandi, M.Sc. di Aula BAU UMM.

Dalam pelantikan itu, hadir pula beberapa pejabat seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, MSi. serta beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Malang dan pengusaha.

Dalam pidatonya, Prof Nazar menyampaikan banyak program strategis yang telah diciptakan oleh Rektor sebelumnya. Untuk itu, dia berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut, dan memperbaiki apa yang kurang bagus.

"Disamping itu pasti kita nanti juga akan terus berkembang untuk menambah program studi-program studi baru," ucapnya

Dia menuturkan, Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) merupakan wadah strategis yang berperan progresif untuk meningkatkan sumber daya insani, menciptakan seorang Ululalbab (manusia cerdas) untuk melahirkan khairu ummah (umat terbaik) seperti yang digaungkan oleh Nabi Muhammad.

"Lewat UMM, kita optimis untuk melahirkan generasi-generasi unggul untuk menghadapi tantangan global yang dinamis dan tentu tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman,” kata dia.

Pria Kelahiran Magelang itu juga sempat menyinggung salah satu hadist yang memiliki arti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Menurutnya, itu tidak hanya urusan personal saja, namun juga menjadi tugas UMM sebagai instansi pendidikan.

Menurutnya, tanpa disadari UMM sudah menerapkan hal itu melalui Center of Excellence (CoE) dan berbagi program pengembangan mahasiswa. Apalagi mengingat bahwa anak muda adalah aset bangsa.

“Student today leader tomorrow menjadi semboyan kita. SDM Insani ini harus terus kita kembangkan. Bukan hanya tugas personal saja, tapi juga tugas kita bersama. Lewat UMM kita sudah melakukan itu dan budaya itupula yang sudah dilakukan oleh para pendahulu sebelum kita. Maka hal-hal ini harus kita rawat dan dikembangkan,” tegasnya.

Di sisi lain, Rektor UMM Periode 2020-2024 Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menyampaikan, sudah banyak sekali program rintisan yang dilahirkan oleh UMM. Seperti misalnya CoE, Center for Future Works (CFW) hingga Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M). Dia berharap, program-program tersebut nantinya tetap dimasifkan dan dikembangkan lebih jauh lagi.

“CoE kita ini sudah bekerjasama dengan 189 perusahaan dan instansi dalam negeri, ada juga P3M yang itu juga dilirik oleh banyak dinas dan berbagai kepala daerah di Indonesia. Membuat program itu tidak boleh ngasal. Harus benar-benar ada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, MSi. mengapresiasi UMM dan memberikan predikat bahwa Kampus Putih merupakan PTMA yang terdepan dan mampu memberikan inovasi rintisan terbarukan. Hal itulah yang itu menjadikan UMM sebagai role model di PTMA se-Indonesia. Hal itu tak lepas dari prestasi UMM yang sangat banyak, mulai dari Akreditasi yang unggul serta memiliki trobosan yang benar-benar dibutuhkan oleh banyak pihak.

Terakhir, dia berpesan kepada Rektor UMM yang baru serta seluruh PTMA se-Indonesia untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas. PTMA harus menjadi dapur pemikiran dan pusat riset serta dapat memberikan prespektif baru perihal keummatan secara global serta kebangsaan dan kemanusiaan. Selain itu juga untuk tidak pernah merasa sungkan kepada para pendahulu (senior) untuk melakukan berbagai pengembangan di berbagai sektor.

“Pak Nazar dan para pimpinan yang lain tidak perlu sungkan sama senior, ambil pelajaran dan ilmunya. Saya juga demikian, di atas saya masih banyak senior. Kalau masih ada sungkan itu biasanya agak ragu membuat trobosan pengembangan. Maka UMM harus mampi melanjutkan yang baik dan mengenbangkan terobosan-terobosan baru,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.